h1

Paus Benedictus XVI pun Menolak Pluralisme Agama dengan Tegas … 

April 13, 2009

Pada tanggal 29 Juli 2005 … MUI mengeluarkan fatwa yang mengharamkan umat Islam mengikuti paham pluralisme agama … karena bertentangan dengan ajaran Islam … Adapun paham pluralisme yang dimaksud adalah : “suatu paham yang mengajarkan bahwa semua agama adalah sama dan karenanya kebenaran setiap agama adalah relative; oleh sebab itu, setiap pemeluk agama tidak boleh mengklaim bahwa hanya agamanya saja yang benar sedangkan agama yang lain salah.” … Pengertian dan fatwa MUI ini … dapat dilihat di : http://www.mui.or.id/ mui_in/fatwa.php?id=137 … Dan seperti diketahui bersama … fatwa ini kemudian mendapat tantangan … bukan hanya dari tokoh-tokoh JIL (Jaringan Islam Liberal) yang memang merupakan pendukung utama paham pluralisme agama ini … namun yang mengherankan … juga datang dari tokoh Islam sekaliber Gus Dur … :( … Di sini akan saya tunjukkan bahwa … bukan hanya MUI yang menolak dan mengharamkan paham pluralisme agama itu … Pemimpin tertinggi umat Katolik … Paus Benedictus XVI … juga menolak paham pluralisme agama seperti tergambar dalam kutipan berita ini … :

Pope: Other Denominations not true Churches
Benedict issues statement asserting that Jesus established ‘only one church’

msnbc.com news services
updated 9:52 a.m. ET July 10, 2007

LORENZAGO DI CADORE, Italy – Pope Benedict XVI has reasserted the universal primacy of the Roman Catholic Church, approving a document released Tuesday that says Orthodox churches were defective and that other Christian denominations were not true churches.

Benedict approved a document from his old offices at the Congregation for the Doctrine of the Faith that restates church teaching on relations with other Christians. It was the second time in a week the pope has corrected what he says are erroneous interpretations of the Second Vatican Council, the 1962-65 meetings that modernized the church.

On Saturday, Benedict revisited another key aspect of Vatican II by reviving the old Latin Mass. Traditional Catholics cheered the move, but more liberal ones called it a step back from Vatican II.

Benedict, who attended Vatican II as a young theologian, has long complained about what he considers the erroneous interpretation of the council by liberals, saying it was not a break from the past but rather a renewal of church tradition.

In the latest document — formulated as five questions and answers — the Vatican seeks to set the record straight on Vatican II’s ecumenical intent, saying some contemporary theological interpretation had been “erroneous or ambiguous” and had prompted confusion and doubt.

It restates key sections of a 2000 document the pope wrote when he was prefect of the congregation, “Dominus Iesus,” which set off a firestorm of criticism among Protestant and other Christian denominations because it said they were not true churches but merely ecclesial communities and therefore did not have the “means of salvation.”

In the new document and an accompanying commentary, which were released as the pope vacations here in Italy’s Dolomite mountains, the Vatican repeated that position.

“Christ ‘established here on earth’ only one church,” the document said. The other communities “cannot be called ‘churches’ in the proper sense” because they do not have apostolic succession — the ability to trace their bishops back to Christ’s original apostles.

‘Identity of the Catholic faith’
The Rev. Sara MacVane of the Anglican Centre in Rome, said there was nothing new in the document.

“I don’t know what motivated it at this time,” she said. “But it’s important always to point out that there’s the official position and there’s the huge amount of friendship and fellowship and worshipping together that goes on at all levels, certainly between Anglican and Catholics and all the other groups and Catholics.”

The document said Orthodox churches were indeed “churches” because they have apostolic succession and that they enjoyed “many elements of sanctification and of truth.” But it said they lack something because they do not recognize the primacy of the pope — a defect, or a “wound” that harmed them, it said.

“This is obviously not compatible with the doctrine of primacy which, according to the Catholic faith, is an ‘internal constitutive principle’ of the very existence of a particular church,” the commentary said.

Despite the harsh tone of the document, it stresses that Benedict remains committed to ecumenical dialogue.

“However, if such dialogue is to be truly constructive, it must involve not just the mutual openness of the participants but also fidelity to the identity of the Catholic faith,” the commentary said.

‘Not backtracking on ecumenical commitment’
The document, signed by the congregation prefect, U.S. Cardinal William Levada, was approved by Benedict on June 29, the feast of Sts. Peter and Paul — a major ecumenical feast day.

sumber : http://www.msnbc.msn.com/id/19692094/

Jika menurut Paus Benedictus XVI … bahwa hanya gereja Katolik saja yang bisa disebut sebagai gereja sejati … dan yang lainnya tidak bisa disebut sebagai gereja … maka pesannya jelas … bahwa di luar gereja Katolik … dianggap sebagai aliran yang ajarannya telah menyimpang … alias sesat … dan bagi Paus … itu termasuk juga Kristen Protestant yang diakui oleh pemerintah RI … Apakah pemimpin umat Katolik di Indonesia akan berbeda pandangannya dengan Paus Benedictus XVI itu … ? … Saya rasa tidak … :D

Sikap Paus Benedictus XVI itu menunjukkan bahwa … dalam hal keimanan … tidak boleh ada tawar menawar dalam menentukan mana ajaran yang benar dan mana ajaran yang salah … Jika seseorang sudah mengimani ajaran Katolik sebagai ajaran yang benar … maka konsekuensinya adalah … di luar ajaran Katolik adalah salah … Nah … hal yang sama juga berlaku dalam ajaran Islam … Fatwa MUI yang mengharamkan umat Islam mengikuti paham pluralisme agama itu sebenarnya hanya menegaskan kembali tentang ajaran yang benar menurut ajaran Islam … sehingga diharapkan umat Islam tidak terjerumus mengikuti ajaran yang menyimpang dari ajaran Islam … Jadi … dalam hal keimanan … sama seperti pandangan Paus Benedictus XVI tentang ajaran Kristen di luar Katolik itu … tidak ada dalil dalam ajaran Islam yang membenarkan bahwa semua agama itu sama … dan saya kutip beberapa ayat dalam Al Qur’an untuk membuktikannya … :

QS. 3:19
Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al-Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya.

QS. 3:85
Barangsiapa mencari agama selain dari agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.

QS. 3:102
Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah sebenar-benar taqwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.

Saya rasa … dari apa yang tertulis dalam ayat-ayat tersebut di atas … jelas Islam mengajarkan bahwa tidak ada agama yang diridhai Allah selain agama Islam … Dengan demikian … sangatlah tidak mungkin berlaku ungkapan nyeleneh seperti “banyak jalan menuju Roma” … atau ungkapan lain yang maknanya seperti itu dalam menganalogikan agama … Kebenaran ajaran agama itu mutlak sifatnya … karena diyakini sebagai ajaran yang diturunkan Allah (melalui Nabi-nabi-Nya) … Merujuk pada ayat-ayat yang telah saya tunjukkan di atas … maka sudah selayaknya umat Islam menolak paham pluralisme agama itu … karena memang bertentangan dengan ajaran agama Islam … Bahkan … paham pluralisme agama ini … bukan hanya bertentangan dengan ajaran Islam … namun juga bertentangan dengan ajaran Kristen (setidak-tidaknya Katolik) … Sikap Paus Benedictus XVI yang telah ditunjukkan di atas adalah buktinya … iya kan … ??? … :D … Sebagai pembanding … mungkin bisa juga dibaca artikel tentang RACUN PLURALISME DALAM IMAN KRISTEN ini …

Tulisan terkait :
Kebenaran Mutlak vs Pluralisme Agama … dan Kaitannya dengan Toleransi

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: