h1

Kebenaran Mutlak vs Pluralisme Agama … dan Kaitannya dengan Toleransi

February 9, 2009

Fatwa MUI yang ditetapkan pada tanggal 29 Juli 2005 tentang haramnya pluralisme agama bagi umat Islam … telah memicu kontroversi di dalam masyarakat … Sebagian umat Islam mendukung fatwa tersebut … namun sebagian lagi menolak dengan keras … Penolakan bukan saja datang dari tokoh-tokoh Jaringan Islam Liberal … yang memang dapat dianggap sebagai pendukung utama paham ini … namun juga datang dari tokoh NU sekaliber Gus Dur … Nah … dalam tulisan ini … saya ingin membahas tentang kenapa … dan juga perlu tidaknya fatwa MUI itu dipermasalahkan … ? …😀 … Oh ya … sebelum membahas lebih jauh … mungkin sebaiknya kita tau dulu apa isi fatwa MUI itu sebenarnya … dan itu bisa dibaca di sini

Bagi para pendukung pluralisme agama … fatwa MUI itu dianggap sebagai langkah mundur bagi kehidupan antar-umat beragama … Fatwa MUI itu juga dianggap mencerminkan sikap tidak toleran terhadap umat beragama lain … yang dapat mengakibatkan perpecahan … karena mereka meyakini bahwa pluralisme agama bisa menjadi dasar bagi kerukunan antar umat beragama di Indonesia yang memang masyarakatnya bersifat majemuk …

Namun jika melihat isi fatwa itu …. bagi saya … fatwa MUI itu sendiri sangat wajar dikeluarkan kok … Fatwa MUI itu sendiri … telah mendifinisikan dengan jelas apa yang dimaksud dengan pluralisme agama yang diharamkannya itu … yaitu suatu paham yang mengajarkan bahwa semua agama adalah sama dan karenanya kebenaran setiap agama adalah relatif … sehingga setiap pemeluk agama tidak boleh mengklaim bahwa hanya agamanya saja yang benar sedangkan agama yang lain salah … Dengan pengertian seperti itu … maka langkah MUI mengeluarkan fatwa itu … menurut saya sangat tepat … dan dapat menjadi rambu bagi umat agar terhindar dari kesalahan dalam memahami ajaran agamanya …

Fatwa MUI itu dibuat dengan menggunakan Al Qur’an sebagai landasan utama dalam pertimbangannya … Bagi umat Islam … Al Qur’an itu diyakini sebagai kitab suci yang isinya merupakan firman-firman Allah SWT yang disampaikan melalui Nabi Muhammad SAW … Dengan demikian … maka sudah sewajarnya jika umat Islam meyakini bahwa apa yang tertulis di dalam Al Qur’an itu adalah kebenaran mutlak karena … kebenaran firman Allah itu mutlak sifatnya … bukan relatif … Jadi … ketika di dalam Al Qur’an tertulis “Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam”. (QS. Ali Imran: 19) … maka konsekuensi keimanannya adalah … umat Islam wajib percaya dan meyakini bahwa memang hanya Islam satu-satunya agama yang benar dan diridhai Allah … sehingga … sangat wajar jika ajaran yang mendukung pluralisme agama itu diharamkan oleh MUI … karena memang bertentangan dengan ajaran Islam itu sendiri …😀

Jika mengambil perbandingan dengan agama lain … seperti Kristen misalnya … maka pluralisme agama dengan seperti di atas juga tidak dapat diterima … Dalam Bible yang menjadi pedoman umat Kristen misalnya, ada ayat yang bunyinya begini : Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. (Yoh. 14:6) … Bahkan … jika dilihat lebih jauh … penolakan terhadap pluralisme agama juga telah ditunjukkan oleh Paus Benedictus XVI dengan pernyataannya bahwa hanya gereja Katolik saja yang bisa disebut gereja sejati … dan di luar itu … termasuk juga Protestan (yang diakui oleh pemerintah RI) … tidak bisa disebut gereja … alias bidat atau sesat … Berita tentang Paus yang menyatakan bahwa hanya gereja Katolik yang layak disebut gereja … bisa dibaca di sini … Apakah pandangan keuskupan di Indonesia akan berbeda atau bertentangan dengan Paus yang merupakan pemimpin tertinggi umat Katolik itu … ? …😀

Jadi intinya adalah … suatu ajaran (dalam agama apapun) … akan dianggap menyimpang … bidat … sesat … ataupun apapun istilahnya … jika sudah tidak sejalan dengan ajaran yang diterima sebagai ajaran aslinya … Apa yang dilakukan oleh Paus itu (tapi kok nggak diprotes sama pendukung paham pluralisme agama di sini yah … ? … :D) … secara prinsip sama saja dengan yang dilakukan oleh MUI … yaitu memberikan rambu keimanan kepada umatnya … agar umatnya yang masih mau percaya … tidak kebingungan atau bahkan terjebak kesalahan dalam memahami ajaran agamanya sendiri … Saya rasa … fatwa MUI itu sendiri … tidak akan keluar jika ajaran pluralisme agama itu tidak dikesankan (seolah-olah) sebagai bagian dari ajaran Islam … dan mengakui bahwa ajaran yang mereka bawa atau kembangkan adalah ajaran baru yang berbeda sama sekali dengan Islam itu sendiri … Hal yang lebih kurang sama juga berlaku pada ajaran Ahmadiyah …

Lantas … bagaimana kaitannya fatwa MUI atau pernyataan Paus itu dengan masalah toleransi … ? … Hmm … saya tidak tau pengertian toleransi seperti apa yang dipakai oleh para pendukung pluralisme agama … namun menurut saya … toleransi itu adalah suatu sikap tenggang rasa … yang intinya membiarkan dan menghargai pendirian (pendapat, pandangan, kepercayaan, kebiasaan, kelakuan dsb.) yang berbeda … Menurut saya … untuk bersikap toleran … tidak perlu mencari-cari titik temu di antara perbedaan sikap, pendirian, pandangan … karena sikap toleran itu … justru bisa dikembangkan jika ada perbedaan … bukan persamaan … Apalagi jika sudah menyangkut ajaran agama … Beda ya tetap beda … nggak usah dipaksain buat dicari-cari kesamaannya …

Dengan segala perbedaan ajaran dalam agama yang berbeda … maka untuk menjadi toleran … seseorang tidak perlu mengorbankan keyakinannya pada ajaran agamanya … Dengan menghargai perbedaan keyakinan dan iman … seorang pemeluk agama yang toleran mestinya bisa memaklumi jika pemeluk agama yang lain keberatan untuk ikut merayakan … ikut terlibat … atau bahkan sekedar memberikan ucapan selamat pada perayaan hari besar agama yang dianutnya … kecuali jika yang bersangkutan itu memang mau dan berkeyakinan bahwa itu tidak dilarang dalam ajaran agamanya … Bagi saya … yang paling penting dalam toleransi agama adalah … bahwa masing-masing pihak harus bisa saling menghargai dengan tidak saling menghalangi, apalagi mengganggu pihak yang berbeda agama atau keyakinan dalam menjalankan ibadahnya … Menurut saya … itu sudah cukup …

Lalu … bagaimana toleransi terhadap orang yang berpandangan bahwa semua agama itu pada dasarnya sama … sehingga membenarkan semuanya ? … Itu juga adalah hak masing-masing orang berpendapat … dan kalau itu sudah menjadi keyakinan yang bersangkutan … itu adalah urusannya sendiri … Hanya saja … orang yang punya pandangan demikian itu … selayaknya juga bisa berlapang dada jika apa yang diyakininya itu dianggap sesat atau menyimpang menurut keyakinan tertentu … Sebab … jika dilihat dari sudut pandang keimanan … masih banyak kok orang yang percaya bahwa kebenaran Tuhan itu mutlak sifatnya … bukan relatif … Okay … ??? …😀

Baca juga : http://blog.wiemasen.com/

5 comments

  1. Salam kenal kembali mas Yugo. Wabah liberal dan pluralisme ini seperti virus. Sayangnya ketahanan umat Islam terhadap virus ini sangat lemah. Sehingga mudah terpengaruh, walaupun hanya kena sedikit. Mari kita perbanyak artikel-artikel yang melawan virus berbahaya ini.


  2. Maaf, komentar sebelumnya berasal dari blog lama punya saya.


  3. Setuju …😀

    Thanks udah berkunjung …


  4. hidup pluralisme. Jaya Indonesia…. bineka tunggal ika.


  5. hidup pluralitas … bukan pluralisme. Jaya Indonesia … bhineka tunggal ika …😀

    Pluralitas Agama = Bhineka Tunggal Ika
    Pluralitas agama adalah sebuah kenyataan bahwa di negara atau daerah tertentu terdapat berbagai pemeluk agama yang hidup secara berdampingan … Dan yang hidup berdampingan itu harus rukun-rukun dan tidak saling mengganggu ibadah dan keyakinan masing-masing (jadi bukan dengan mengubah-ubah ajaran agama agar sesuai dengan selera penganut paham ato ajaran pluralisme agama)

    dan umat Islam nggak menolak pluralitas agama kok …😀

    Pluralisme agama = suatu paham yang mengajarkan bahwa semua agama adalah sama dan karenanya kebenaran setiap agama adalah relatf … sehingga setiap pemeluk agama itu tidak boleh mengklaim bahwa hanya agamanya saja yang benar sedangkan agama yang lain salah …

    Pandangan seperti di atas jelas haram hukumnya bagi umat Islam karena ini menyangkut masalah iman … Kalo misalnya anda betul-betul beriman pada satu ajaran agama tertentu … wajar dong kalo anda beranggapan bahwa ajaran agama yang anda anut itu merupakan ajaran yang paling benar dan kebenarannya bersifat mutlak … Apalagi dalam agama Islam dan Kristen misalnya … dalam kitab suci-nya sudah tertulis demikian (kalo mau … lihat lagi uraian saya di atas) … Nah … kalo ternyata ajaran agama yang anda anut itu mengatakan bahwa semua agama itu sama sehingga kebenarannya bersifat relatif … maka wajar dong kalo saya beranggapan bahwa (mungkin) sudah ada agama baru yang (mungkin) disebut AGAMA PLURALISME … karena setau saya … (setidak-tidaknya) baik dalam agama Islam maupun Kristen mengajarkan hal yang berbeda dengan pandangan penganut paham pluralisme agama (sebagaimana yang telah dicontohkan di atas) … Nggak tau deh kalo agama Buddha ato Hindu … apakah berpandangan seperti penganut paham pluralisme agama itu ato nggak … tapi saya rasa nggak juga deh …😀



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: