h1

Kenapa Tidak Boleh Makan Babi … ?

February 11, 2009

Pertanyaan itu sering dilontarkan oleh pelajar-pelajar Jepang kepada pelajar-pelajar sebuah sekolah yang cukup terkenal di Jakarta … yang ketika itu sedang mengikuti program ‘home stay study tour’ di Jepang … Program itu sendiri terselenggara atas inisiatif dan kerja keras almarhum ibu saya (tentu dibantu pihak-pihak lain yang terkait … :D) … Dan menurut cerita adik saya yang juga ikut sebagai panitia dalam program tersebut … pertanyaan sederhana itu ternyata mampu membuat para pelajar yang umumnya muslim itu gelagapan … dan terkesan tidak siap dalam memberikan jawaban … Dalam tulisan ini … saya mencoba untuk memaparkan pandangan saya dalam menanggapi pertanyaan tersebut …

Sedari kecil … sebagai muslim kita telah diajarkan untuk tidak memakan daging babi … karena diharamkan dalam ajaran agama (Islam) … Jika sesuatu yang telah diharamkan dalam ajaran agama itu dilanggar … maka konsekuensinya adalah menanggung dosa … yang akan diperhitungkan di akhirat nanti … Bagi saya … jawaban seperti itu sebenarnya sudah cukup untuk menjawab pertanyaan seperti yang diajukan oleh para pelajar Jepang itu … dan kita tidak perlu dipusingkan dengan upaya mencari-cari pembenaran atau pembuktian secara ilmiah tentang manfaat tidak makan babi itu …

Saya tidak bermaksud menyalahkan upaya mencari jawaban tentang manfaat apa yang didapat dengan diharamkannya kita sebagai muslim mengkonsumsi daging babi itu … Namun … jawaban seperti itu adalah jawaban spekulatif … karena memang belum tentu itu yang menjadi alasan diharamkannya daging babi bagi umat Islam … walaupun jika memang terbukti lebih banyak manfaatnya bagi manusia jika tidak mengkonsumsi daging babi … Saya ingin menekankan bahwa tidak ada seorangpun yang mampu memastikan apa alasan Allah mengharamkan daging babi itu … kecuali jika Allah sendiri memberitahukannya di dalam Al Qur’an …

Memberikan jawaban spekulatif seperti itu … memang bisa membingungkan kita sendiri … Ketika kita berusaha memberikan alasan kesehatan untuk menjawab pertanyaan tersebut … misalnya … kemungkinan tertular cacing pita yang bisa membahayakan manusia … maka kita akan dihadapkan pada kenyataan bahwa banyak orang yang mengkonsumsi babi … apalagi di negara seperti Jepang … tapi tidak mengalami masalah seperti itu … Selain itu … kita juga akan dihadapkan dengan argumentasi bahwa yang menjadi masalah itu bukan pada babinya … tapi lebih pada masalah hygienis saja … Walaupun yang dikonsumsi itu misalnya hanya daging sapi atau ayam yang tidak diharamkan olah ajaran Islam … itu tidak ada jaminan akan terbebas dari kemungkinan tertular penyakit yang dapat membahayakan manusia … seperti misalnya penyakit antrax atau flu burung … Oleh karena itu … saya lebih suka jika pertanyaan seperti di atas … dijawab dengan sederhana dan lugas … bahwa babi itu memang diharamkan bagi umat Islam karena memang diharamkan oleh Allah … dan itu tertulis di dalam kitab suci kita … yaitu Al Qur’an … (lihat QS.5:3, QS.6:145 dan QS.16:115) …

Dan karena di dalam Al Qur’an sendiri tidak dijelaskan alasannya … maka kita juga tidak mungkin dapat mengetahui dengan pasti apa alasan Allah mengharamkan babi itu … Dengan demikian … maka upaya pembuktian seperti yang telah ditunjukkkan di atas … tidak relevan jika dipakai sebagai argumen untuk menjelaskan kenapa babi diharamkan bagi umat Islam … Lagi pula … perintah dan larangan Allah itu sifatnya mutlak bagi umat Islam … dan wajib dilaksanakan … Perintah dan larangan Allah itu tidak memerlukan pembenaran atau pembuktian ilmiah sebagai legitimasinya …

Walaupun misalnya (cuma misalnya yah …) kita tidak mendapatkan manfaat apapun dengan tidak mengkonsumsi daging babi … tetap saja larangan Allah itu wajib ditaati … selama kita masih bertaqwa … Jadi seandainya suatu saat nanti ternyata babi menjadi makanan yang paling bermanfaat dan paling menyehatkan bagi manusia sekalipun … maka hukumnya tetap tidak akan berubah … haram bagi umat Islam mengkonsumsi daging babi itu … Saya rasa … itu merupakan perwujudan iman kita kepada pada Allah … Yang terpenting bagi kita adalah … tetap berprasangka baik terhadap Allah … seperti yang telah ditunjukkan oleh Nabi Ibrahim AS … ketika mendapat perintah untuk menyembelih putranya sendiri yang sangat disayanginya … yaitu Nabi Ismail AS … Pasti sudah pada tahu kisahnya kan … ? …😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: