h1

Paham Pluralisme Agama dan Pluralitas Agama … Beda Lho …

June 1, 2009

Topik mengenai pluralisme ramai dibicarakan sejak terjadi cukup banyak gesekan dan konflik … terutama yang melibatkan organisasi-organisasi yang membawa identitas agama Islam di satu sisi … dengan kelompok yang seolah-olah memperjuangkan pluralisme di sisi lainnya … Kasus penyerbuan terhadap jamaah Ahmadiyah di Kuningan (Jawa Barat) dan insiden antara FPI dengan AKKBB di Monas adalah contohnya … Menjelang pemilu pun … isu ini sangat mungkin dimunculkan kembali untuk mencari simpati agar mendapat dukungan … sekaligus juga bisa digunakan sebagai isu untuk menjatuhkan kompetitornya … Sebagai orang awam … kadang kita begitu terbuainya dengan konsep pluralisme ini … sehingga dengan tergesa-gesa memberikan dukungan kepada kelompok yang punya jargon memperjuangkan pluralisme … walaupun sebenarnya tidak sepenuhnya mengerti tentang bagaimana landasan berpikir pendukung paham pluralisme agama ini …

Ketika MUI mengeluarkan fatwa yang mengharamkan paham pluralisme agama … muncul reaksi yang (menurut saya) berlebihan dari sebagian (kelompok) masyarakat … baik dari kalangan muslim dan juga dari kalangan non-muslim … Mereka menganggap bahwa fatwa yang dikeluarkan MUI tersebut merupakan langkah mundur dalam kehidupan antar umat beragama di Indonesia … dan sangat jauh dari sikap toleran terhadap perbedaan … MUI seolah-olah dianggap mengabaikan kenyataan bahwa masyarakat Indonesia itu bersifat plural (alias majemuk) … yang terdiri dari berbagai macam suku-bangsa dan agama … Namun benarkah demikian … ? … Ataukah itu hanya merupakan tuduhan yang hanya dilandasi oleh kecurigaan dan prasangka … yang mungkin disebabkan karena kurangnya pemahaman terhadap konsep pluralisme (yang dimaksud MUI) ini … ??? … Hal ini yang akan dibahas dalam tulisan berikut …😀

Sebelum membahas lebih jauh … ada baiknya saya kutip dulu isi keputusan fatwa MUI tentang haramnya paham pluralisme ini … yaitu … :

Dengan bertawakal kepada Allah SWT.

MEMUTUSKAN

MENETAPKAN : FATWA TENTANG PLURALISME AGAMA DALAM PANDANGAN ISLAM

Pertama : Ketentuan Umum

Dalam Fatwa ini, yang dimaksud dengan
1. Pluralisme agama adalah suatu paham yang mengajarkan bahwa semua agama adalah sama dan karenanya kebenaran setiap agama adalah relative; oleh sebab itu, setiap pemeluk agama tidak boleh mengkalim bahwa hanya agamanya saja yang benar sedangkan agama yang lain salah.
Pluralisme juga mengajarkan bahwa semua pemeluk agama akan masuk dan hidup dan berdampingan di surga.
2. Pluralitas agama adalah sebuah kenyataan bahwa di negara atau daerah tertentu terdapat berbagai pemeluk agama yang hidup secara berdampingan.
3. Liberalisme adalah memahami nash-nash agama (Al-Qur’an & Sunnaah) dengan menggunakan akal pikiran yang bebas; dan hanya menerima doktrin-doktrin agama yang sesuai dengan akal pikiran semata.

4. sekualisme adalah memisahkan urusan dunia dari agama hanya digunakan untuk mengatur hubungan pribadi dengan Tuhan, sedangkan hubungan sesame manusia diatur hanya dengan berdasarkan kesepakatan social.

Kedua : Ketentuan Hukum

1. pluralism, Sekualarisme dan Liberalisme agama sebagaimana dimaksud pada bagian pertama adalah paham yang bertentangan dengan ajaran agama Islam.
2. Umat Islam haram mengikuti paham Pluralisme Sekularisme dan Liberalisme Agama.
3. Dalam masalah aqidah dan ibadah, umat islam wajib bersikap ekseklusif, dalam arti haram mencampur adukan aqidah dan ibadah umat islam dengan aqidah dan ibadah pemeluk agama lain.
4. Bagi masyarakat muslim yang tinggal bersama pemeluk agama lain (pluralitas agama), dalam masalah sosial yang tidak berkaitan dengan aqidah dan ibadah, umat Islam bersikap inklusif, dalam arti tetap melakukan pergaulan sosial dengan pemeluk agama lain sepanjang tidak saling merugikan.

lebih lengkapnya bisa dibaca di : fatwa dan penjelasannya

Jika melihat fatwa tersebut … maka MUI sudah membedakan dengan jelas antara paham pluralisme agama dengan pluralitas (kemajemukan) agama di dalam masyarakat … Dan MUI sama sekali tidak mengharamkan pluralitas agama … melainkan hanya mengharamkan pluralisme sebagai suatu paham atau ajaran yang menganggap bahwa semua agama itu sama … sehingga kebenaran agama itu dianggap relatif sifatnya … Ajaran seperti itu … bukan hanya sesat dan menyesatkan menurut ajaran Islam … akan tetapi juga sesat menurut ajaran Kristen (setidak-tidaknya Katolik) … Ini bisa dibuktikan dengan pernyataan Paus Benediktus XVI … yang menyatakan bahwa hanya gereja Katolik saja yang bisa disebut sebagai gereja sejati … sedangkan yang di luar Katolik … tidak dapat disebut sebagai gereja … karena Yesus hanya mewariskan satu gereja saja … yaitu gereja Katolik … (lihat : Paus Benedictus XVI pun Menolak Pluralisme Agama dengan Tegas …)

Jika kita telaah lebih dalam … maka dapat dilihat bahwa apa yang difatwakan oleh MUI … ataupun juga pernyataan dari Paus Benedictus XVI itu … konteksnya dalam hal aqidah keimanan … yang menegaskan bahwa kebenaran ajaran agama itu harus bersifat mutlak … Itu artinya … tidak mungkin berlaku … baik bagi MUI ataupun bagi Paus Benedictus XVI itu … anggapan bahwa semua agama itu adalah sama … semua menuju keselamatan … Beda ya beda … Jika dalam ajaran Islam ditegaskan bahwa hanya Islam agama yang diridhai Allah (lihat QS. Ali Imran: 19) … sebaliknya dalam ajaran Kristen … hanya Yesus jalan menuju Tuhan (lihat Yoh. 14:6) … Hal ini saja sudah jelas menunjukkan perbedaan ajaran yang harus diyakini oleh umatnya masing-masing … Adalah konyol jika menganggap sama sesuatu yang sudah jelas berbeda … iya kan … ??? …😀

Lantas … bagaimana implikasinya dalam kehidupan sosial sebagai anggota masyarakat … terlebih di dalam masyarakat yang bersifat plural … ??? … Fatwa yang dikeluarkan MUI itu sudah jelas memberikan arahan bahwa dalam hal masalah sosial yang tidak berkaitan dengan aqidah dan ibadah … umat Islam bersikap inklusif … Artinya … tidak ada halangan dalam pergaulan sosial dengan pemeluk agama lain … sepanjang tidak saling merugikan … Intinya … MUI tidak mengharamkan pluralitas agama … sehingga tudingan bahwa fatwa MUI tersebut merupakan langkah mundur dalam kehidupan antar umat beragama … sebenarnya tidak tidak dilandasi dengan alasan atau argumen yang jelas dan kuat …

Saya pribadi tidak melihat bahwa meyakini kebenaran suatu ajaran agama sebagai kebenaran yang mutlak … akan menjadi halangan untuk dapat bersikap toleran terhadap agama atau keyakinan lainnya … Dalam Surah Al-Kaafiruun (terutama) ayat 6 yang artinya : “Untukmulah agamamu, dan untukkulah agamaku” … tersirat jelas bahwa urusan aqidah adalah urusan masing-masing … tidak bisa dipaksakan … dan juga tidak perlu dicari-cari kesamaannya … Tidak peduli beda sedikit atau beda banyak … yang namanya beda ya tetap beda …

Dari uraian di atas … jelas terlihat bahwa dalam ajaran Islam … atau pun juga dalam fatwa MUI itu … sama sekali tidak mempermasalahkan perbedaan keyakinan atau pluralitas agama … Namun jika suatu paham atau ajaran mengajarkan sesuatu hal yang berbeda dengan ajaran Islam … lalu ajaran itu diklaim atau dikesankan (seolah-olah) sebagai ajaran Islam … maka menurut saya … sangatlah wajar jika MUI mengeluarkan fatwa yang mengharamkan ajaran tersebut … Hal ini dilakukan untuk kepentingan umat Islam sendiri agar tidak terjerumus mengikuti ajaran yang tidak sesuai dengan ajaran Islam … Sangatlah menyedihkan jika cacian dan hujatan terhadap MUI … ternyata banyak juga dilakukan oleh kalangan (yang mengaku sebagai) umat Islam … Mungkin hal itu adalah salah satu kelemahan mendasar kita sebagai umat … yang tidak bisa menghormati pemimpin-nya … sehingga dengan mudah memberikan komentar miring … atau cacian … dan bahkan juga hujatan … tanpa adanya keinginan untuk mengetahui dengan jelas duduk persoalannya … Benar-benar menyedihkan …😦

10 comments

  1. semua agama sama …. sama mengajarkan tentang kebaikan untuk hubungan sesama umat dan kepada Tuhannya,lhaaa yang sesama manusia tadi contohnya tidak boleh membunuh dll, lhaaaa kepada Tuhannya yaaa cara menghormati dan mengagungkan nama Tuhannya dll, tapiiiii untuk CARA yang dipakai untuk menghormati dan mengagungkan Tuhan itu tidak bisa bersama-sama antara agama satu dengan yang lain ….. pasti beda kannn ….masak Hindu ama Islam samaaaa … Sholat 5 waktu, pasti beda kan … ben wae beda … gitu aja kok gontok2an … mikirin yang lain yang lebih manfaat kenapa… manfaat untuk kebaikan hidup semua masyarakat yang plurel ituuuu, setujuuuuu …. amiiin


  2. Memang semua agama mengajarkan kebaikan … tapi ada hal-hal prinsip yang membedakannya … Jika agama Kristen bilang Yesus itu Tuhan dan Islam bilang Yesus bukan Tuhan … tentu ini menjadi perbedaan besar dalam ajarannya … Dan jangan lupa … ada klaim dari masing-masing ajaran agama sebagai pembawa keselamatan dan yang paling dibenarkan Tuhan (lihat lihat QS. Ali Imran: 19 pada Al Qur’an dan lihat Yoh. 14:6 pada Bible) … Karena itu wajar jika MUI mengharamkan paham pluralisme agama seperti yang dimaksud … Dan itu juga dilakukan mkisalnya oleh Paus Benediktus XVI sebagai pemimpin tertinggi umat Katolik yang menyatakan bahwa hanya Gereja Katolik yang bisa disebut gereja sejati … sedangkan yang gereja lainnya nggak bisa disebut gereja … dan itu termasuk gereja Protestan … Itu maksudnya yang ditinjau daru sudut aqidah ato keyakinan … Jadi ini bukan hanya pada cara beribadahnya saja … tapi juga termasuk perbedaan keyakinan yang mendasar … Karena itu nggak bisa kita bilang semua agama itu sama …

    Dalam masyarakat yang plural ini … perbedaan nggak perlu disikapi dengan mencari-cari pembenaran bahwa semua agama itu pada dasarnya sama … Beda ya beda … dan itu disadari banget sama pendiri bangsa terdahulu … Makanya dibikin semboyan Bhineka Tunggal Ika … yang artinya biar berbeda-beda tetap satu … Jadi disitu ada pengakuan terhadap perbedaan … Perbedaan tidak perlu menghalangi toleransi beragama … tapi bukan dengan nyama-nyamain ato mencemari keyakinan … Kita tetap bisa bertoleransi meskipun kita meyakini bahwa ada perbedaan prinsip yang besar dalam akidah … Selama tidak saling ganggu ato menghalangi orang lain dalam menjalankan keyakinannya dan selama mengikuti aturan main yang telah ditetapkan pemerintah sebagai otoritas … maka mestinya nggak ada halangan bagi kita untuk saling bertoleransi di dalam perbedaan …

    Nah masalahnya adalah … ada orang yang sebenarnya mungkin nggak ngerti apa itu toleransi … tapi justru paling kenceng teriaknya (seolah-olah) memperjuangkan toleransi … Akibatnya penilaian jadi nggak fair karena banyak terjadi standar ganda dalam menilai kasus yang serupa … Misalnya mengenai masalah aliran sesat … Jika hal tersebut benar-benar tidak boleh dilakukan … maka bukan hanya diberlakukan pada Ahmadiyah saja … Cukup banyak pemimpin aliran sesat yang ditangkap tapi kok nggak diprotes sama pendukung paham pluralisme agama … Mengapa pada kasus Ahmadiyah sikap mereka sangat berbeda … ??? … Bagi saya itu konyol dan wajar jika saya meragukan integritas mereka … benar-benar pejuang pluralism ato hanya berusaha menyudutkan kelompoktertentu aja …😦


  3. manteb bang ^_^

    gue setuju !!


  4. Terima kasih atas apresiasinya …😀


  5. scr implisit penjelasan diatas mengakui akan kebenaran dr phm pluralisme,


  6. Kebenaran yang bagaimana … ??? … Pluralisme justru merupakan paham yang nggak mungkin dijalankan dengan konsisten … apalagi di Indonesia … Anda bisa lihat … nggak ada pendukung pluralisme yang berani berkoar-koar menentang Pancasila … padahal Pancasila dengan kemonotheisannya jelas-jelas bertentangan dengan pluralisme … Anda mengerti kan … bahwa dengan azaz monotheisme-nya … Pancasila justru membatasi kebebasan beragama di Indonesia … (Kalo anda belum ngerti … baca tulisan saya di : https://ganryukg.wordpress.com/2012/05/02/pluralisme-sebagai-paham-yang-bertentangan-dengan-ideologi-pancasila/ ) … Konyolnya lagi … dedengkot penganjur pluralisme (Ulil Abshar Absala) justru menjadi pengurus partai yang berazazkan Pancasila …

    Selain itu … coba anda lihat ketidak-konsistenan mereka … Dalam kasus Ahmadiyah misalnya … protesnya ke MUI kenceng banget … Sikap seperti ini nggak ditunjukkan pada PBNU dan Muhammadiyah … padahal dalam hal Ahmadiyah … keduanya bersikap serupa dengan MUI …

    Jika ada orang yang mengakui Pancasila tapi juga mendukung pluralisme … maka cuma dua kemungkinannya … Orang tersebut bodoh karena nggak ngerti Pancasila dan pluralisme … atau ada kepentingan lain dari perjuangannya yang nggak konsisten itu … tul nggak … ??? …😀


  7. makasih mas atas ilmunya, ini luar biasa


  8. Terima kasih juga atas apresiasi dan kunjungannya …😀


  9. Klo menurut aku sih pluralisme agama memang diharamkan dalam islam,sebab itu menyamakan semua agama sama dan hidup berdampingan di surga,hal ini akan mendorong kita menjadi islam liberal dan sekuler, sehingga kita tidak mampu lagi membedakan mana yang haq dan mana yang bathil, islam hanya mengajarkan pluralitas agama,saling menghargai satu dengan yang lain dan tidak saling mencela, terus bina kerukunan antar umat beragama, sebab dalam ajaran islam sesungguhnya hanya islamlah yang diridhai di sisi Allah swt( QS. Al- Imran:19)


  10. Setuju banget …😀



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: