h1

Ada Apa Sebenarnya Dibalik Kasus Ahmadiyah … ???

July 3, 2009

Dalam KEPUTUSAN FATWA MAJELIS ULAMA INDONESIA Nomor : 11/MUNAS VII/MUI/15/2005 tentang ALIRAN AHMADIYAH … MUI kembali memfatwakan bahwa aliran Ahmadiyah adalah aliran yang sesat dan menyesatkan … serta berada di luar agama Islam … Fatwa ini kemudian dikecam sangat keras oleh tokoh-tokoh dan ormas-ormas seperti Gus Dur, Ulil Abshar Abdalla, Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB), Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP) dan yang lainnya … Pertanyaannya kemudian adalah … mengapa reaksi keras para tokoh dan ormas tersebut di atas terkesan hanya ditujukan kepada MUI … padahal bukan hanya MUI yang berpandangan bahwa Ahmadiyah itu adalah aliran yang sesat dan keluar dari Islam … dan apa tujuannya … ???

Jika penetapan fatwa tentang sesatnya Ahmadiyah yang dipermasalahkan … maka sasaran kemarahan seharusnya bukan ditujukan hanya kepada MUI saja … karena MUI hanya salah satu dari sekian banyak organisasi Islam yang menyatakan demikian … Jauh sebelum fatwa MUI tahun 2005 itu … yang sebenarnya hanya merupakan penegasan dari fatwa yang pernah dikeluarkan pada tahun 1980 (lihat : Fatwa MUI tentang Ahmadiyah dalam Musyawarah Nasional II) … Fatwa tersebut juga sesuai dengan The 1974 Declaration of Muslim World League yang memfatwakan bahwa aliran Ahmadiyah itu sesat … Di dalam negeri … dalam sikap resminya PBNU juga telah menetapkan bahwa aliran Ahmadiyah adalah sesat dan keluar dari Islam (lihat : Sikap PBNU tentang Ahmadiyah) … Sedangkan sikap Muhammadiyah … seperti yang dikatakan ketua umumnya Din Symasudin … tidak berubah sikapnya sejak tahun 1933 dahulu… yaitu jika seseorang atau sekelompok orang yang menyatakan bahwa ada rasul baru setelah Rasulullah, mereka adalah kafir … Din menerangkan bahwa pernyataan Muhammadiyah ini lebih tegas dibanding fatwa Rabithah โ€˜Ala Islami dan fatwa dari Majelis Ulama Indonesia yang hanya menyebutkan sesat (lihat : Muhammadiyah Harus Bersabar Hadapi Ahmadiyah)

Hal yang sama juga berlaku ketika yang dipermasalahkan adalah mengenai dampak dari keluarnya fatwa MUI tersebut … Saya tidak sependapat dengan pandangan Koordinator Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP) Ulil Abshar Abdalla yang mengatakan bahwa dengan adanya fatwa MUI itu … massa merasa memiliki legitimasi untuk melakukan aksi kekerasan terhadap Jemaah Ahmadiyah sehingga MUI harus bertanggung-jawab dan harus dilaporkan ke pengadilan (lihat : Ulil Abshar: Fatwa MUI Pemicu Kekerasan terhadap Ahmadiyah) dengan alasan sebagai berikut … :

1. Fatwa MUI tentang Ahmadiyah ini sudah ditetapkan sejak tahun 1980 … Fatwa tahun 2005 hanyalah penegasan dari fatwa yang pernah dikeluarkan tersebut mengingat bahwa aliran Ahmadiyah masih eksis dan berkembang di negeri ini … dan ini cukup meresahkan umat Islam … Jika memang fatwa ini bermasalah … maka tidak perlu menunggu ada fatwa MUI tahun 2005 (yang sebenarnya hanya mempertegas fatwa sebelumnya) bagi massa untuk merasa memiliki legitimasi untuk melakukan kekerasan kepada Jemaah Ahmadiyah …

2. Bukan hanya MUI yang menetapkan bahwa aliran Ahmadiyah itu sesat … tapi juga ormas-ormas Islam yang mempunyai jumlah pengikut yang besar seperti NU dan Muhammadiyah juga berpandangan sama … Jika memang fatwa itu bermasalah … maka warga NU dan Muhammadiyah tentu juga akan merasa sama … yaitu merasa memiliki legitimasi untuk melakukan kekerasan kepada Jemaah Ahmadiyah … Dan jika para penentang fatwa MUI itu konsisten … maka mereka juga seharusnya memiliki sikap yang sama terhadap pandangan resmi PBNU dan Muhammadiyah itu …๐Ÿ˜€

3. Kekerasan yang dilakukan massa terhadap jama’ah Amadiyah … adalah tanggung-jawab masing-masing pelakunya … karena tidak ada bagian dari fatwa itu yang memberikan legitimasi bagi umat Islam untuk melakukan kekerasan terhadap Jemaah Ahmadiyah … Fatwa MUI itu hanya bersifat sebagai rambu bagi umat Islam agar tidak terjerumus dalam ajaran yang sesat dan menyesatkan umat Islam itu sendiri … Jika ternyata ada kelompok massa yang menjadikan fatwa tersebut sebagai legitimasi untuk melakukan kekerasan … maka itu adalah murni kesalahan pelaku kekerasan sendiri … Analoginya begini … misalnya ada seorang ustad yang bilang bahwa di dalam hukum Islam … perbuatan mencuri itu dapat diganjar dengan hukuman potong tangan … Ketika ada pencuri yang tertangkap tangan … massa yang pernah mendengar ajaran sang ustad merasa punya legitimasi dan kemudian benar-benar memotong tangan pencuri itu … Dalam hal ini … tentu bukan ustad-nya yang harus bertanggung-jawab … tetapi tentu si pelaku sendiri … iya kan … ??? …๐Ÿ˜€

Sebelum melanjutkan … saya tertarik untuk mengutip pandangan M. Dawam Rahardjo … yang mungkin menjadi landasan asumsi bagi para penentang fatwa MUI yang mengharamkan ajaran Ahmadiyah … :

Asas pluralisme dianut karena berdasarkan realitas, yaitu realitas masyarakat yang majemuk. Dalam masyarakat yang majemuk itu, otoritas, yaitu negara atau MUI, tidak berhak menyatakan bahwa agama yang satu benar dan agama yang lain salah atau “sesat dan menyesatkan” seperti yang dituduhkan kepada Ahmadiyah. (sumber : Kala MUI Mengharamkan Pluralisme)

Jika apa yang saya kutip itu konsisten dijadikan sebagai landasan cara berpikir para penentang fatwa MUI … maka implikasinya tidak akan berhenti pada tuntutan pencabutan fatwa MUI itu saja … Pasal 156a KUHP tentang penyalahgunaan dan penyesatan agama misalnya … juga akan dianggap sebagai pasal bermasalah sehingga tidak layak dipergunakan untuk menjerat seseorang/sekelompok orang yang telah melakukan penodaan agama (walaupun mereka menafsirkan ajaran agama secara sembarangan, atau merubah-rubah ajaran suatu agama dan bahkan kemudian mengklaim ajarannya itu sebagai bagian dari ajaran agama yang bersangkutan) meskipun berpotensi menyesatkan umat yang benar-benar berniat mengikuti ajaran agama dengan baik dan benar …

Bahaya yang akan timbul kemudian adalah akan bermunculan ajaran-ajaran sesat baru secara bebas sebagai aliran-aliran yang mendompleng kebesaran agama yang dinodainya … lengkap dengan munculnya nabi-nabi palsu baru … Selain munculnya ajaran-ajaran sesat lokal … akan muncul pula ajaran-ajaran sesat versi impor juga mestinya dapat bebas masuk dan berkembang di negeri ini … baik yang dulu pernah dikenal dan kemudian dilarang oleh pemerintah seperti ‘Children of God’ … atau ajaran-ajaran sesat baru yang belum dikenal di negeri ini … Dan karena landasan berpikirnya adalah bahwa otoritas tidak berhak memberi label sesat … maka tidak boleh ada larangan terhadap ajaran-ajaran sesat seperti tersebut di atas … iya kan … ? …๐Ÿ˜€

Dari paparan di atas … terlihat bahwa jika cara berpikir para penentang fatwa MUI itu diterapkan secara konsisten … akan berdampak pada hal yang mungkin tidak terduga atau kurang diperhitungkan sebelumnya dalam kaitannya dengan kehidupan beragama di negeri ini … Dari sini timbul pertanyaan … seberapa konsisten sebenarnya para penentang fatwa MUI ini dalam memegang prinsip bahwa dalam masyarakat yang majemuk itu, otoritas (seperti negara, MUI, PGI, GKI, dan lain sebagainya) tidak berhak menyatakan bahwa pihak lain itu sesat dan menyesatkan … ? … Jika konsisten … tentu para penentang fatwa MUI juga akan bersikap sama kerasnya seperti yang mereka lakukan kepada MUI terhadap siapapun yang menyatakan pihak lain itu sesat … Jadi ada kesamaan standar dalam menilai dan juga dalam bersikap … Jika kesamaan standar ini tidak ditemukan … waka wajar jika pendukung MUI mencurigai kelompok penentang fatwa MUI ini mempunyai agenda tertentu …

Sebagai perbandingan … saya ingin mengambil kasus dari agama lain … Pada bulan September tahun 2007 … Badan Pekerja Majelis Sinode Gereja Kristen Indonesia (BPMS GKI) melayangkan surat penggembalaan kepada pendeta Ioanes Rakhmat berkaitan dengan tulisannya di Kompas tentang โ€œKontroversi Temuan Makam Keluarga Yesusโ€ … yang dianggap telah menyimpang dari ajaran GKI (beritanya baca di sini) … Pada tahun yang sama … dengan cakupan yang mendunia seperti yang dilakukan Liga Muslim Dunia … Paus Benedictus XVI menyatakan bahwa hanya gereja Katolik yang layak disebut gereja sejati … dan gereja lain di luar gereja Katolik … tidak dapat disebut sebagai gereja … Menurut saya … kedua kasus tersebut sebenarnya memiliki esensi yang sama dengan ketika MUI memfatwakan bahwa aliran Ahmadiyah itu sesat … Jika fatwa MUI tentang Ahmadiyah dianggap dapat menyulut massa merasa mempunyai legitimasi untuk melakukan kekerasan terhadap kelompok yang dianggap sesat … maka penilaian yang sama juga dapat diberlakukan pernyataan Paus dan juga juga surat penggembalaan yang dikeluarkan BPMS GKI kepada pendeta Ioanes Rakhmat … Apakah ada kesamaan standar dalam hal ini … ???

Contoh kasus lain adalah penangkapan pimpinan ‘Sekte Hari Kiamat’ yang telah dinyatakan sesat oleh PGI … dengan tuduhan melanggar pasal 156a KUHP tentang penyalahgunaan dan penyesatan agama (beritanya baca di sini) … Atau kasus yang paling baru di tahun 2009 ini … di mana pemimpin dan pengikut ‘Sekte Kota Allah’ telah ditangkap dan dijerat dengan pasal penyesatan agama ini (beritanya baca di sini) … Pada kedua kasus tersebut … kemana larinya orang-orang yang dengan lantang mengatakan bahwa dalam masyarakat yang majemuk itu, otoritas tidak berhak menyatakan bahwa agama yang satu benar dan agama yang lain salah atau “sesat dan menyesatkan” … ??? … Bandingkan dengan hebohnya mereka dalam menyoroti kasus-kasus seperti Ahmadiyah, Al Qiyadah, dan Lia Eden … Dan bandingkan juga nasib para pemimpin ‘Sekte Hari Kiamat’ dan ‘Sekte Kota Allah’ dengan nasib aliran Ahmadiyah yang sebenarnya telah difatwakan sesat hampir 30 tahun yang lalu oleh MUI … ditegaskan kembali pada tahun 2005 … dan kemudian dikuatkan dengan keputusan Bakor Pakem yang menyatakan Ajaran Ahmadiyah Menyimpang … Jangankan menjerat para pemimpinannya dengan menggunakan pasal yang sama dengan pasal yang menjerat para pemimpin kedua sekte yang saya contohkan … bahkan aliran sesat ini dibela habis-habisan dengan menempatkan MUI sebagai pihak yang bersalah … Apakah para penentang fatwa MUI itu telah bersikap adil dan menggunakan standar yang sama dalam menilai dan bersikap … ??? … Bagi saya jelas tidak … dan itu membuat saya penasaran … ada apa sebenarnya dibalik kasus Ahmadiyah ini … ??? …๐Ÿ˜ฆ

14 comments

  1. Ada apa dengan ahmadiyah??
    Lebih baik anda mendalami islam terlebih dahulu. Dan sebaiknya jangan samakan agama islam dengan agama yg lain. Karena sudah jelas dalam al qur’an, bahwa agama yg benar itu islam. Sebaiknya anda pun memahami dalam sebuah hadist pun, islam akan terpecah menjadi 73 firkah, dan hanya 1 firkah yg benar.
    Untuk masalah mui, janganlah mui mengikuti cara2 kaum non-islam dlm membuat sbuah fatwa yg menyulut sebuah anarkisme.


  2. Hmm … apakah anda sudah membaca tulisan saya dengan baik … ??? … Saya hanya mempertanyakan sikap para penentang fatwa MUI itu … kenapa hanya MUI saja yang diserang … padahal seperti yang telah saya tunjukkan … NU dan Muhammadiyah sebagai dua ormas Islam terbesar di Indonesia juga sama sikapnya dengan MUI … Bahkan Muhammadiyah lebih keras lagi dengan menyatakan bahwa yang menganggap ada Nabi lain setelah nabi Muhammad SAW … maka mereka telah kafir …

    Kasus dalam agama lain saya contohkan hanya sebagai pembanding saja … Jika para pembela Ahmadiyah ini konsisten dengan anggapan bahwa tidak ada yang berhak menyatakan kelompok atau golongan lain sesat … maka mereka juga akan mempermasalahkan hal yang serupa dengan apa yang dilakukan oleh MUI … siapapun dan dari golongan manapun pelakunya itu … Faktanya … ??? … Menurut saya … di sini terlihat bahwa ada perbedaan standar dalam menilai dan bersikap dari para penentang fatwa MUI itu … karena kok hanya fatwa MUI saja yang dipermasalahkan … Melihat itu semua … wajar kan jika saya bertanya-tanya … ada apa sebenarnya dibalik kasus Ahmadiyah ini … ? … Dan kalo tidak keberatan … anda jawab saja yang menjadi pokok pertanyaan saya tersebut …๐Ÿ˜€


  3. Posisi JK-WR terhadap kasus Ahmadiyah:
    Berkomitmen untuk membubarkan Ahmadiyah

    Sumber: http://eramuslim.com/berita/nasional/habib-husein-kita-menolak-sby-karena-tidak-membubarkan-ahmadiyah.htm

    Posisi JK-WR di Pilpres:
    Terendah perolehan suaranya, hanya dengan mendapatkan dukungan dari kisaran 12% pemilih.

    Sumber: http://pemilu.detiknews.com/presquickcount

    Alhamdulillah Allah SWT masih melindungi dan menyayangi umat-Nya yang mencintai-Nya dengan tulus dan keikhlasan paripurna.

    Musuh-musuh umat pilihan-Nya di akhir zaman ini satu-persatu ditaklukkan dan dihinakan oleh Allah SWT sendiri.

    Semoga Allah memberi ampunan dan pencerahan akan kebenaran-Nya yang Maha Hakiki kepada kita semua. Amiin.


  4. Assalamualaikum.

    Iya, dalam kasus berbagai aliran sesat dalam Islam, para pembelanya juga termasuk aliran sesat juga. Jadi istilahnya mereka mau mencari teman kesesatan agar kalau masuk neraka tidak sendirian๐Ÿ˜€

    Kalau masalah gerakan Ahmadiyah, LDII dan JIL merupakan gerakan-gerakan yang mempunyai garis pembelaan dari orang-orang “pemerintahan”. Jangan salah loh, mereka juga mempunyai wakil-wakil yang siap untuk membela mereka mati-matian, termasuk JIL (Jaringan Iblis La’natullah).

    Kalau aliran sesat yang “baru” muncul, atau sekte-sekte kristen/katolik, mereka tidak mempunyai pengikut yang mampu mengantarkan mereka untuk duduk di Parlement, sehingga mereka gampang dan mudah dibasmi.

    Tapi ketika banyak pengikut aliran sesat yang duduk di parlemen, bahkan menjadi ladang suara sebuah partai tertentu. Walaupun partai yang membela tidak nyata-nyata menyatakan pembelaannya, tetapi didalam kabinet merekalah yang mati-matian untuk membela aliran sesat itu.

    Maka dari itu, mari kita galang kekuatan untuk memasukkan semua orang-orang partai Islam (ingatloh, semua orang partai Islam) untuk duduk di kabinet, tentunya orang-orang yang memang benar-benar sudah teruji kredibilitasnya.

    Karena jika tidak, maka aliran sesat itu akan terus bercokol di Indonesia seperti yang dulu-dulu.

    Tetap semangat berjuang!!!
    ๐Ÿ˜€


  5. @Irenaeus Ahmad …
    Amin …
    Ehm … tapi maaf pak … kok jadi membahas Pak JK sih … ? … Tulisan saya kan tidak mengungkit-ungkit Pak JK …

    @Abu Jaisy
    Wa’alaikumsalam … Saya setuju pak … Thanks udah mampir …๐Ÿ˜€


  6. MUI tidak sembarangan mengeluarkan fatwanya, tentu dengan dasar-dasar yang kuat. Seharusnya Ahmadiyah memperbaiki aqidahnya jika memang menyimpang bukannya melawan fatwa. Mereka bukannya mencari kebenaran tapi mempertahankan hal yang merusak Ummat. Jika mencari kebenaran ya perbaiki saja… Ahmadiyah tetap akan tumbuh seperti yang lainnya.


  7. @Boy
    “MUI kita kurang komunikatif bung, cenderung membebek pada keputusan organisasi lain tentang ahmadiyah. Faktanya, ahmadiyahlah yang sekarang ini sedang melakukan pencerahan di Eropa, Amerika dan Russia tentang Islam..sedang gencar mewujudkan proyek 100 masjid di Jerman, Dakwah Islamnya telah menjangkau Skandinavia (Sweden, Norway)dll… Lucunya MUI terus mendiskreditkan ahmadiyah, (ada yang aneh dengan MUI..adakah ini semua’order’ dari kelompok tertentu ?) Perlu diwaspadai jika ini semua adu domba internal muslim di dunia. Perkara MUI atau arus mainstream tidak percaya dengan Ke-Almasihan dari Hazrat Mirza Ghulam Ahmad as sebagai penerus Rasulullah saw untuk memenangkan Islam di akhir zaman, itu terserah saja, karena itu menyangkut keimanan yang tidak bisa dipaksakan. Yang jelas Syahadat, rukun islam, rukun iman ahmadiyah sama persis dengan yang diyakini ummat Islam di dunia ini dan ahmadiyahlah kelompok Islam yang paling gigih dakwahnya di seluruh dunia.


  8. @Boy
    Saya setuju 100% dengan anda …๐Ÿ˜€

    @Ari Subandono
    Fatwa yang mengharamkan ajaran Ahmadiyah itu sebenarnya sudah dikeluarkan sejak tahun 1980 … dan bukan hanya MUI yang mengharamkan ajaran Ahmadiyah bagi umat Islam … Fatwa MUI ini sesuai dengan deklarasi Liga Muslim Dunia pada tahun 1974 … Selain itu … telah ditunjukkan pula dalam fatwa MUI dan deklarasi Liga Muslim Dunia mengenai alasan-alasan yang menjadi dasar diharamkannya ajaran Ahmadiyah itu … Jadi saya rasa … …

    Saya rasa … counter argumen anda yang membawa-bawa perkembangan Ahmadiyah seperti di Eropa, Amerika, Jerman, Rusia kurang relevan … Menurut saya … akan lebih pas jika argumen anda lebih mengarah pada pembuktian bahwa apa yang dituduhkan kepada Ahmadiyah oleh MUI, Liga Muslim Dunia dan berbagai organisasi Islam lainnya … seperti misalnya bahwa ajaran ahmadiyah itu mengimani Mirza G. Ahmad sebagai Nabi … adalah tidak benar … Kalau cuma mengenai perkembangan Ahmadiyah di negara-negara non-muslim doang sih … saya rasa … banyak kok aliran yang dianggap sesat oleh agama tertentu … dapat berkembang baik di negara-negara sekuler itu … apalagi jika negara yang bersangkutan mendukung berkembangnya paham liberalisasi agama … Bagi saya … itu sama sekali tidak mendukung syiar agama … tapi justru malah merusak agama …

    Lagi pula … pertanyaan pokok dari tulisan ini … sama sekali belum terjawab … yaitu mengapa hanya MUI saja yang didiskreditkan oleh para pembela Ahmadiyah ini … padahal bukan hanya MUI yang bersikap demikian … Dua organisasi Islam terbesar di Indonesia … yaitu NU dan Muhammadiyah juga mempunyai pandangan yang sama dengan MUI … kok tidak didiskreditkan juga sih … ? … Samakah standar dalam menilai dan memperlakukan MUI dengan yang lainnya … ? … Saya bingung karena tidak melihat adanya kesamaan standar tersebut … jadiii … wajar dong jika saya tanya … ada apa sebenarnya dibalik kasus Ahmadiyah ini … ??? …๐Ÿ˜€


  9. Dalam muktamar NU, mereka meyakini akan ada lagi seorang nabi setelah rasulullah saw.
    Bagaimana pendapat anda??
    Sekarang saya akan bertanya pula, apakah anda percaya bahwa nanti d akhir jaman ini akan datang nabi isa as. & imam mahdi??
    Bukankah nabi isa merupakan seorang nabi??
    Dalam hal kenabian, memang ulasan’y sangat panjang.
    Akan tetapi untuk menjadi seorang muslim yg beriman sebaiknya kita jangan lupakan hal pokok dalam rukun iman itu sendiri.
    Bencana alam yg sering melanda bumi kita ini merupakan apa jikalau bukan akan menandakan adanya akhir zaman.
    Belum lama ini, gempa di cianjur, tasikmalaya, & skitarnya.
    Sebagian korban dari mereka banyak yg menjadi gerakan keras anti ahmadiyah. Akan tetapi mengapa orang ahmadiyah yg berada disana tdk menjadi korban???
    Mungkin Allah swt. Memiliki maksud tertentu bahwa akan adanya kebenaran yg dimiliki ahmadiyah. Hal ini bukan hanya terjadi di tempat itu saja. Melainkan di beberapa tempat di indonesia & ditempat negara2 lain yg menentang ahmadiyah. Maka Allah swt. sendirilah yg akan menghakimi org2 seperti itu


  10. Hmm … dalam sikap resminya PBNU juga telah menetapkan bahwa aliran Ahmadiyah adalah sesat dan keluar dari Islam kok … Bisa anda baca di sini :
    http://www.nu.or.id/page.php?lang=id&menu=news_view&news_id=12590 … Jadi saya ragu dengan omongan anda yang mangatakan bahwa NU meyakini akan ada lagi seorang nabi setelah Rasulullah SAW …

    Kalo dalam konteks Nabi Isa AS… mereka yang berpendapat bahwa Nabi Isa AS akan datang lagi … itu karena mereka percaya bahwa Nabi Isa AS itu sebenarnya belum mati … Bisa dilihat di sini misalnya :
    http://www.almanhaj.or.id/content/1882/slash/0 … Nah … jadi kalo pendapat ini yang mau dipake … maka itungannya Nabi Isa AS itu tetap Nabi yang datang sebelum Nabi Muhammad SAW … jadi Nabi Muhammad SAW tetap sebagai Nabi yang terakhir dong …๐Ÿ˜€

    Namun demikian … ada juga yang berpendapat bahwa berita akan datangnya kembali Nabi Isa AS tersebut diragukan kebenarannya karena hanya berlandaskan pada hadist-hadist yang sumbernya hanya diceritakan melalui satu orang saja … Kitab suci Al Qur’an sebagai sumber utama ajaran Islam juga tidak memberitakan tentang kedatangan kembali Nabi Isa AS … bahkan mengenai Dajjal yang diceritakan akan dibunuh oleh Nabi Isa AS pun tidak ada … Hal ini membuat sebagian muslim meragukan kebenaran hadist-hadist tersebut … Lengkapnya bisa dibaca di sini … :
    http://jalan-menuju-hidayah.blogspot.com/2009/06/nabi-isa-telah-wafat-tidak-akan-turun.html

    Oh iya … yang tentang bencana yah … Bencana dan nikmat itu bisa datang baik kepada orang mukmin maupun orang kafir … Banyak kok orang kafir yang dapat kenikmatan duniawi lebih dari yang mukmin … dan banyak juga mukmin yang dapat bencana ato ujian jauh lebih berat dari yang kafir kok … Memangnya anda berpikir Nabi Muhammad dan umatnya dulu nggak pernah mendapat musibah yah … ??? …๐Ÿ˜€


  11. @Dewata Yugo:

    QS:4:170
    “Hai manusia, sesungguhnya Rasulullah telah datang kepadamu dengan kebenaran dari Tuhanmu; percaya karena itu, akan lebih baik untuk Anda. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.”

    QS 13:43
    “Dan orang-orang yang kafir berkata, ‘Engkau bukan Rasul.’ Katakanlah, ‘Cukuplah Allah sebagai saksi antara aku dan kamu, dan begitu juga dia yang memiliki ilmu Al Kitab.”


  12. QS. 4:170
    Wahai manusia, sesungguhnya telah datang Rasul (Muhammad) itu kepadamu dengan (membawa) kebenaran dari Rabbmu, maka berimanlah kamu, itulah yang lebih baik bagimu. Dan jika kamu kafir, (maka kekafiran itu tidak merugikan Allah sedikitpun) karena sesungguhnya apa di langit dan di bumi adalah kepunyaan Allah. Dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

    QS. 13:43
    Berkatalah orang-orang kafir: Kamu bukan seorang yang dijadikan Rasul. Katakanlah: Cukuplah Allah menjadi saksi antaraku dan kamu dan antara orang yang mempunyai ilmu Al-Kitab.

    sember : http://quran.kawanda.net/

    dan semua ayatnya dalam konteksnya merujuk Nabi Muhammad SAW sebagai Rasul Allah kan … ? …๐Ÿ˜€


  13. Silahkan anda berkomentar panjang lebar dan menjelaskan beberapa dalil dalam Kitabullah Al-Qur’an. Percuma saja jika banyak bicara, jika ucapan anda tidak memiliki berkah rahmat, syafaat serta karunia. karna Allah swt. sendiri yg berhak mencap seseorang itu kafir atw tidak, maka jika seseorang mencap orang lain itu kafir, maka ia sendirilah yg merupakan orang kafir.

    Untuk masalah bencana, anda bisa lihat sendiri apa yg sekarang terjadi lagi??
    Gempa menyusul di daerah padang dan sekitarnya. Mengapa hal itu terjadi, itu karena sebagian besar dr rakyat disana menolak akan adanya utusan Allah swt. seperti hal’y yg dilakukan org2 cianjur dsk. Mereka menolak kedatangan utusan Tuhan. Saya tidak mau panjang lebar berargumen, karena nanti anda akan lihat sendiri bencana apalagi yg akan ditimpa bangsa ini apabila masih menolak adanya utusan Allah swt.
    Jika anda ingin tahu ada apa dengan ahmadiyah, silahkan kunjungi website resminya di http://www.alislam.org
    anda akan melihat sendiri kebenaran2 islam sejati. Wassalamu’alaikum Wr. Wb.


  14. Ya tentu boleh dong …. masak saya nggak boleh kasih komentar di blog saya sendiri sih … ? … Oh iya … tentang omongan saya … kita balikin kepada Allah SWT aja yah … toh bukan anda juga yang menentukan omongan saya mendapat rahmat dari Allah SWT ato nggak … iya kan … ? …๐Ÿ˜€

    Dan memang yang menentukan seseorang itu kafir ato nggak hanya Allah SWT, cumaaa … Allah kan udah memberi petunjuk dan ketentuan yang jelas dan terang tentang Nabi dan Rasul terakhir, yaitu nabi Muhammad SAW … Nah … jika trus ada yang ngaku-ngaku Nabi atau menobatkan orang tersebut sebagai Nabi … apa itu nggak menentang Allah namanya … ? … Nah … yang menetang perintah Allah itu apa namanya kalo bukan kafir … ? … Menurut anda … kafir itu sendiri artinya apaan sih … ? …๐Ÿ˜€

    Tentang bencana … seperti yang udah saya bilang … bencana itu bisa datang baik kepada orang yang beriman maupun orang kafir … Apakah anda meragukan keimanan Nabi Ayub yang ditimpa penyakit parah berkepanjangan … ? … Ato … anda percaya nggak dengan ayat ini … :

    QS. 2:91
    Dan apabila dikatakan kepada mereka: Berimanlah kepada Al-Quran yang diturunkan Allah. Mereka berkata: Kami hanya beriman kepada apa yang diturunkan kepada kami. Dan mereka kafir kepada Al-Quran yang diturunkan sesudahnya, sedang Al-Quran itu (Kitab) yang hak; yang membenarkan apa yang ada pada mereka. Katakanlah: Mengapa dahulu kamu membunuh nabi-nabi Allah jika benar kamu orang-orang yang beriman?

    Gimana dong … apakah menurut anda nabi-nabi Allah yang dibunuh oleh orang-orang kafir itu imannya kurang ato kalah dibanding orang-orangnya Ahmadiyah … ? … Nggak mungkin lah yau …๐Ÿ˜€

    Lagipula … saya udah review lagi tulisan saya … dan ternyata anda nggak menanggapi saya secara tepat. Tulisan saya sebenarnya hanya menunjukkan ketidak-adilan orang-orang yang mengecam MUI hanya karena mengeluarkan fatwa tentang sesatnya Ahmadiyah … sementara itu juga dilakukan oleh organisasi-organisasi Islam lainnya seperti NU dan Muhammadiyah … Tapi kok hanya fatwa MUI itu yang dipermasalahkan … ? … Dalam tulisan itu juga saya tunjukkan bahwa apa yang dilakukan MUI juga dilakukan oleh organisasi sejenis di agama lain … Tapi sekali lagi … tidak pernah dipermasalahkan oleh pengecam MUI yang umumnya tokoh lintas agama itu … ? … Nah … itu yang nggak pernah saya dapatkan jawabannya … Atau mungkin anda bisa kasih jawabannya … ??? …๐Ÿ˜€



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: