h1

Usulan untuk Membubarkan MUI … Apakah itu Sikap yang Adil dan Konsisten … ???

July 23, 2009

Pada akhir bulan Desember 2007 lalu … KH Abdurrahman Wahid yang akrab dengan sebutan Gus Dur … seorang mantan presiden RI … yang juga mantan ketua PBNU … mengusulkan agar MUI dibubarkan … Dalam pandangan Gus Dur … MUI dianggap sering mengeluarkan fatwa secara serampangan ini … terutama yang terkait dengan fatwa soal aliran sesat. … Beliau menunjuk kasus Ahmadiyah sebagai contohnya … Berikut … saya kutip beritanya … :

Gus Dur Usulkan Pembubaran MUI

Jakarta, 31 Desember 2007 07:22
Jakarta (ANTARA News) – Mantan Presiden RI, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), di Jakarta, Minggu, menyorot kritis kiprah Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang dinilainya, antara lain suka membuat fatwa sesat, sehingga mengusulkan pembubaran atas lembaga itu.

“Jadi, bubarkan MUI. Dia bukan satu-satunya lembaga kok. Masih banyak lembaga lain, seperti Nahdatul Ulama (NU), Muhammadiyah. Jadi, jangan gegabah keluarkan pendapat,” ujarnya.

Dalam orasi akhir tahunnya, Gus Dur juga berpendapat, organisasi ulama tersebut sudah terbiasa mengeluarkan fatwa secara serampangan, terutama terkait dengan fatwa aliran sesat.

“Makanya, MUI bubarin sajalah kalau caranya begini. MUI kan hanya satu dari sekian ormas Islam. Oleh karena itu, jangan gegabah mengeluarkan pendapat. Karena hal itu bisa membuat kesalahpahaman semakin melebar,” katanya.

Bagi Gus Dur, sikap MUI semacam itu ikut memicu timbulnya radikalisme dan fundametalisme di Indonesia.

“Beberapa waktu lalu, Sekjen MUI Ikhwan Syam mengatakan, MUI kan tugasnya bikin fatwa. Pendapat tersebut saya bantah,” ujar Gus Dur.

Gus Dur, yang juga Ketua Dewan Syuro Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), lalu menunjuk contoh dalam kasus Ahmadiyah.

Sebaiknya, menurut Gus Dur, MUI tidak menggunakan kata sesat, karena Undang Undang Dasar (UUD) telah mengatur kebebasan berbicara dan kemerdekaan berpendapat.

“Kita bukan negara Islam tapi nasionalis,” ujarnya.

Sejumlah tokoh hadir pada acara pidato akhir tahun tersebut yang dimulai sekitar pukul jam 13.00 WIB, antara lain Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN), Soetrisno Bachir, Wakil Ketua DPR RI Muhaimin Iskandar (juga Ketua Umum DPP PKB), dan Ketua Komisi Yudisial (KY), Busyro Muqodas, serta Agum Gumelar. (*)

sumber : antara news

Membaca berita itu … sulit bagi saya untuk mengerti … mengapa tokoh Islam sekaliber Gus Dur … yang juga mantan ketua sebuah ormas Islam terbesar di Indonesia bisa berpandangan demikian … ? … Bukankah fatwa yang telah ditetapkan MUI pada tanggal 29 Juli 2005 yang sebenarnya hanya merupakan penegasan fatwa MUI yang pernah dikeluarkan pada tahun 1980 tentang Ahmadiyah … juga tidak berbeda dengan sikap resmi PBNU yang menyatakan bahwa Ahmadiyah itu sesat dan keluar dari Islam … ??? … Apa salahnya fatwa MUI itu jika dibandingkan dengan sikap resmi PBNU tersebut … sehingga Gus Dur mengusulkan agar MUI dibubarkan … ??? …😦 … Berikut sikap resmi PBNU berkaitan dengan Ahmadiyah …

Sikap PBNU tentang Ahmadiyah

09/05/2008
Berikut ini merupakan sikap resmi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) tentang aliran Ahmadiyah pada tanggal 9-11 September 2005 di Bogor Jawa Barat

1. Ahmadiyah adalah aliran sesat dan keluar dari Islam karena tidak mengakui Nabi Muhammad sebagai nabi terakhir sebagaimana dinyatakan secara tegas dalam Al Quran, As-Sunnah dan ijma’ ulama. Sungguh pun demikian, masyarakat tidak boleh bertindak anarkis terhadap aktivitas yang dilakukan oleh kelompok Ahmadiyah. Pelarangan terhadap paham dan aktivitas Ahmadiyah sepenuhnya diserahkan kepada pemerintah atau penegak hukum dan bukan wewenang seseorang atau kelompok.

2. Dalam menyampaikan keberatan keberadaan aktivitas jamaah Ahmadiyah di lingkungannya, masyarakat diminta hendaknya mengedepankan cara-cara damai dan santun.

3. Kepada umat Islam, diharapkan dapat mempelajari Islam secara komprehensif agar tidak terjadi kekeliruan dan kesalahan dalam penafsiran-penafsiran keagamaan.

4. Pemerintah diharapkan memiliki sikap yang tegas dan konsisten dalam menyikapi keberadaan aliran Ahmadiyah di Indonesia.

Pimpinan Sidang
KH Ma’ruf Amin
KH Said Agil Siradj
KH Masdar F Mas’udi
HM Rozy Munir

Sumber : http://www.nu.or.id/

Sikap resmi PBNU ini sendiri dikeluarkan pada tahun yang sama dengan dikeluarkannya fatwa MUI tahun 2005 yang menegaskan fatwa di tahun 1980 yang menetapkan Ahmadiyah sebagai ajaran sesat … Selain itu … dalam situsnya … Jaringan Islam Liberal (JIL) sendiri merasa bahwa NU telah mengeluarkan fatwa yang memandang JIL sebagai paham yang sesat … sehingga mereka merasa perlu mendiskusikannya … Ini saya kutip sebagian beritanya … :

Fatwa NU Tentang Sesatnya Islam Liberal

Oleh Redaksi

Nara Sumber: Abd Moqsith Ghazali (JIL Jakarta), DR. Ahmad Rofik
(Dosen Fak Syari’ah IAIN Semarang), dan Sumanto al-Qurthuby
(Direktur ILHAM Semarang).

Tempat: Universitas Wahid Hasyim, Semarang

Tanggal: Sabtu, 18 Desember 2004

Moderator

Baru-baru ini dalam muktamarnya di Solo, NU mengambil satu keputusan “kontroversial” bahwa NU dengan seluruh kelengkapan strukturnya mesti dibersihkan dari unsur Islam Liberal. NU harus suci dari orang-orang yang berpaham Islam liberal. Islam liberal adalah paham sesat dan menyesatkan sehingga tidak perlu masuk dalam NU. Diskusi ini mencoba membahas keputusan NU tersebut. Di tengah-tengah kita kini telah hadir salah seorang aktivis Jaringan Islam Liberal, yaitu Mas Abdul Moqsith Ghazali. Ia sesungguhnya datang dari tradisi kitab kuning yang kuat karena ia cukup lama hidup dan belajar Islam di Pesantren. Dan untuk memberikan komentar lanjutan, ada Prof. DR. Ahmad Rofik dari MUI Wilayah Jawa Tengah dan Sumanto al-Qurthuby yang mewakili generasi muda Islam di Semarang.

Berita selengkapnya dapat dibaca di : http://islamlib.com/

Dengan memperhatikan fakta-fakta tersebut di atas … maka jika mau dan mampu bersikap konsisten … maka seharusnya usulan pembubaran itu bukan hanya ditujukan kepada MUI saja … NU dan Muhammadiyah … yang setidak-tidaknya dalam kasus Ahmadiyah ini mempunyai sikap dan pandangan yang sama … atau bahkan lebih keras dibandingkan MUI (dalam pandangan Muhammadiyah … jika seseorang atau sekelompok orang yang menyatakan bahwa ada rasul baru setelah Rasulullah, mereka adalah kafir … beritanya bisa dibaca di : Muhammadiyah Harus Bersabar Hadapi Ahmadiyah) … seharusnya juga mendapat perlakuan yang serupa … Namun faktanya … sama sekali tidak ada usulan untuk membubarkan keduanya … Saya kutip sekali lagi sebagian perkataan Gus Dur di atas …. :

“Dia bukan satu-satunya lembaga kok. Masih banyak lembaga lain seperti Nahdatul Ulama (NU), Muhammadiyah.”

Adil dan konsistenkah pernyataan seperti itu … ??? … Menurut saya …. kredibilitas seorang tokoh akan sangat ditentukan oleh sikap adil dan konsisten dalam memandang suatu masalah … Ketidak-adilan dan ketidak-konsistenan hanya akan merusak kredibilatas-nya sebagai tokoh yang pantas menjadi panutan … Semoga ke depannya tokoh-tokoh bangsa ini mampu bersikap lebih adil dan konsisten dalam memandang masalah … sehingga mudah-mudahan tercipta suasana yang lebih baik dan kondusif bagi bangsa ini …

2 comments

  1. Jelas bahwa aliran ahmadiyah sesat, sama-sama menyatakan sesat, mgp MUI harus dibubarkan? Ada-ada aja Gusdur…:-D


  2. yup … setuju dengan anda … Sungguh menyedihkan bahwa pandangan seperti itu ternyata justru keluar dari seseorang yang dianggap sebagai tokoh cendikiawan muslim yang juga merupakan mantan pemimpin ormas Islam di Indonesia …😦

    Tapi … kenapa Gus Dur getol banget mengusulkan pembubaran MUI sih … ?



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: