h1

Mengenai Pernikahan Nabi Muhammad SAW dengan Aisyah RA … 

September 10, 2009

Dalam beberapa hadist diriwayatkan bahwa Nabi Muhammad SAW menikahi Aisyah RA yang berusia 6 atau 7 tahun … dan baru menggaulinya ketika usianya telah mencapai 9 tahun … Periwayatan dalam hadist-hadist tersebut menimbulkan kontroversi di kalangan umat Islam sendiri … Sebagian umat menerima riwayat dakam hadist tersebut sebagai kebenaran … dan sebagian lagi menolaknya … Penolakan mereka tentu juga dilandasi dengan argumen seperti yang dapat dilihat pada link ini … Saya tidak ingin membahas mengenai pertentangan tersebut … Saya hanya ingin menunjukkan bahwa walaupun riwayat di dalam hadist-hadist mengenai usia Aisyah RA sewaktu dinikahi Nabi Muhammad SAW itu benar … maka pernikahan itu sendiri adalah wajar menurut konteks waktu dan zamannya … dan yang lebih penting … tidak melanggar larangan dalam ajaran agama … termasuk jika yang menjadi tolok ukurnya adalah norma-norma dalam agama samawi lainnya … yaitu Yahudi dan Nasrani …πŸ˜€

Jika merefer pada kitab suci Al Qur’an … maka tidak ditemukan ayat-ayat yang menetapkan syarat usia (minimal) tertentu bagi seseorang untuk dapat melakukan pernikahan … Syarat sebagaimana yang dimaksud di atas juga tidak saya temukan (jika saya khilaf … tolong diberitahu) … baik di dalam Perjanjian Lama maupun di Perjanjian Baru (keduanya merupakan bagian dari Bible … kitab suci umat Kristiani) … Perjanjian Lama seperti yang tertulis di dalam Bible itu sendiri bisa dibiling sama dengan Torah/Taurat yang menjadi kitab suci umat Yahudi … Jadi (menurut saya) … tidak ada aturan khusus dalam agama-agama samawi mengenai batasan usia minimal untuk dapat melakukan pernikahan … Saya tidak tahu dengan agama-agama non-samawi seperti Buddha dan Hindu … tapi jika yang dijadikan sebagai pedoman adalah kitab sucinya … maka saya rasa agama-agama ini juga tidak mengatur tentang hal tersebut …

Hal yang menarik adalah adanya pandangan sebagian rabbi Yahudi tentang pernikahan Rebekah (Rivka/Rebecca) dengan Isaac (umat Islam menyebut Nabi Ishak) … Menurut para rabbi ini … Rebekah baru berusia 3 (tiga) tahun ketika dinikahi oleh Isaac meskipun ada pandangan lain menyebutkan bahwa usia Rebekah ketika itu adalah 10 atau 14 tahun … Berikut saya kutip sumbernya … :

Rabbinical views
Rabbinical tradition adds much to the biblical record of Rebekah, although, as is often the case, the rabbis disagree with one another. As to the age of Rebekah at the time of her marriage to Isaac, a tradition exists that Abraham was informed of Rebekah’s birth around the time of his intended sacrifice of Isaac. Some affirm that this would make her only three years old at the time of her marriage to Isaac (Seder ‘Olam Rabbah 1; Gen. R. (57:1). However, alternative manuscripts of the Seder ‘Olam Rabbah insist she was 14 years old at her marriage. And the Sefer ha-Yashar gives Rebekah’s age as 10 years.

sumber : http://www.newworldencyclopedia.org/

Marriage and motherhood
There are two opinions in the Midrash as to how old Rebecca was at the time of her marriage. According to the traditional counting cited by Rashi, Isaac was 37 years old at the time of the Binding of Isaac, and news of Rebecca’s birth reached Abraham immediately after that event (see Rashi on Gen. 22:20). Isaac was 40 years old when he married Rebecca (Gen. 25:20), making Rebecca 3 years old at the time of her marriage. According to the second opinion, Isaac was 29 years old and Rebecca was 14 years old at the time of their marriage.[4] Another view is that Rebecca was 10 years old at the time. [citation needed] In any case, 20 years elapsed before they had children. Throughout that time, both Isaac and Rebecca prayed fervently to God for offspring. God eventually answered Isaac’s prayers and Rebecca conceived.

sumber : http://en.wikipedia.org/

Dan yang lebih menarik lagi adalah … ternyata di dalam Talmud yang menjadi semacam pilar hukum agama Yahudi sekarang dikatakan bahwa seorang anak perempuan yang telah berusia 3 (tiga) tahun lebih sehari sudah boleh (dimungkinkan) untuk dinikahkan … Berikut saya kutip dari Babylonian Talmud: Tractate Sanhedrin folio 55b … :


Dilling Exhibit 55
Begins
Even as R. Hamnuna propounded: What if a Jew committed bestiality in ignorance; must there have been both a stumbling block and degradation [for the animal to be stoned] and in this case there is only degradation, but no sin; or perhaps for degradation alone without there having been a stumbling block [the animal is stoned]?4 β€” R. Joseph said: Come and hear! A maiden aged three years and a day may be acquired in marriage by coition, and if her deceased husband’s brother cohabits with her, she becomes his. The penalty of adultery may be incurred through her; [if a niddah] she defiles him who has connection with her, so that he in turn defiles that upon which he lies, as a garment which has lain upon [a person afflicted with gonorrhoea].5 If she married a priest, she may eat of terumah;6 If any unfit person7 has a connection with her, he disqualifies her from the priesthood8 β€” If any of the forbidden degrees had intercourse with her, they are executed on her account,9 but she is exempt.10 Now, ‘any of the forbidden degrees’ implies even a beast: in this case, there is degradation but no stumbling-block, yet it is taught that they [including a beast] are slain on her account.11 [No, this is not conclusive, as it can be argued that] since she deliberately offended there is a stumbling-block] [though she is a minor] but the All-Merciful One had mercy upon her; now, He shewed mercy to her, but not to the animal.

sumber : http://www.come-and-hear.com/

Memperhatikan uraian di atas … maka dapat ditarik kesimpulan bahwa ternyata di dalam hukum agama Yahudi … tidak ada larangan untuk menikahi wanita yang masih belia (meskipun yang menikahinya itu berusia jauh lebih tua darinya) … Lantas bagaimana dengan agama Kristen … ? … Mungkin contoh yang bisa dijadikan sebagai pembanding adalah mengenai pernikahan Maria ibunda Yesus … Menurut Catholic Encyclopedia … usia Maria ketika dinikahi oleh St. Joseph adalah antara 12-14 tahun … Pada saat itu usia St. Joseph sendiri telah mencapai 90 tahun … Berikut saya kutip uraiannya … :

Marriage
It is probably at Nazareth that Joseph betrothed and married her who was to become the Mother of God. When the marriage took place, whether before or after the Incarnation, is no easy matter to settle, and on this point the masters of exegesis have at all times been at variance. Most modern commentators, following the footsteps of St. Thomas, understand that, at the epoch of the Annunciation, the Blessed Virgin was only affianced to Joseph; as St. Thomas notices, this interpretation suits better all the evangelical data.

It will not be without interest to recall here, unreliable though they are, the lengthy stories concerning St. Joseph’s marriage contained in the apocryphal writings. When forty years of age, Joseph married a woman called Melcha or Escha by some, Salome by others; they lived forty-nine years together and had six children, two daughters and four sons, the youngest of whom was James (the Less, “the Lord’s brother”). A year after his wife’s death, as the priests announced through Judea that they wished to find in the tribe of Juda a respectable man to espouse Mary, then twelve to fourteen years of age. Joseph, who was at the time ninety years old, went up to Jerusalem among the candidates; a miracle manifested the choice God had made of Joseph, and two years later the Annunciation took place. These dreams, as St. Jerome styles them, from which many a Christian artist has drawn his inspiration (see, for instance, Raphael’s “Espousals of the Virgin”), are void of authority; they nevertheless acquired in the course of ages some popularity; in them some ecclesiastical writers sought the answer to the well-known difficulty arising from the mention in the Gospel of “the Lord’s brothers”; from them also popular credulity has, contrary to all probability, as well as to the tradition witnessed by old works of art, retained the belief that St. Joseph was an old man at the time of marriage with the Mother of God.

sumber : http://www.newadvent.org/

Dan memang jika mengacu pada Perjanjian Baru yang mengisahkan tentang kehidupan dan ajaran Yesus … maka tidak ditemukan ayat yang menunjukkan bahwa Yesus menetapkan batas usia minimal untuk dapat melakukan pernikahan … Bahkan menurut Bible … Yesus sendiri yang mengatakan bahwa beliau tidak datang untuk meniadakan hukum Taurat … :

Matius
5:17
“Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.

5:18
Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.

5:19
Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga.

lihat : http://sabdaweb.sabda.org/

Jika hukum Taurat masih dipegang teguh oleh Yesus dan di dalam Taurat tidak ada larangan menikahi wanita yang sangat belia … maka secara logika dapat ditarik kesimpulan bahwa hal yang sama juga berlaku dalam hukum agama Kristen (tentu dengan asumsi bahwa umat Kristen adalah pengikut Yesus) … Hak ini seolah dikuatkan dengan fakta sejarah bahwa pernikahan seperti itu masih terjadi jauh setelah era Rasulullah SAW … di negara yang telah menerima dan menetapkan agama Kristen sebagai agama negara … yaitu Romawi … Misalnya … pada abad ke XII pada masa kekaisaran Romawi Timur (Byzantium) … putri Agnes yang baru berusia 8 tahun dinikahkan dengan pangeran Alexius yang baru berusia 13 tahun … dan pernikahan seperti itu dianggap sebagai hal yang wajar … Berikut kutipannya … :

Agnes-Anna of France,wife of Alexius II and Andronicus I of the Comneni Dynasty
The child empress Agnes of France was the spouse of two emperors of Byzantium, the boy emperor Alexius II Comnenus, and subsequently Andronicus I Comnenus, the latter’s first cousin once removed. Agnes was born to King Louis VII of France’s third wife, AdΓ¨le (or Alix) of Blois-Champagne, the daughter of Count Theobald II of Blois, in 1172. This made her the younger sister of the future French king Philip II Augustus. The house of Blois-Champagne was the second most powerful magnate house in France (after the house of Plantagenet). The emperor Manuel I Comnenus was looking for allies in the west, since the Peace of Venice in 1177 had effectively allied the Pope (Alexander III), the Holy Roman Empire, Venice, the other Italian communes and Sicily against him. After discussion with the count of Flanders, Philip of Alsace, who visited Constantinople in early 1178 on his way back from the Holy Land, Manuel sent an embassy, including Philip, to the French court over the winter of 1178-1179 to secure a match between his son Alexius (born in 1169) and the princess Agnes.[[1]] This match may have been opposed by the members of the house of Blois-Champagne, who were pro-German.[[2]]

According to William of Tyre, Agnes was only eight on her arrival at Constantinople, while Alexius was thirteen; in fact Alexius was born on 14 September 1169.[[3]] Child brides, whether Byzantines or foreign princesses, were the norm rather than the exception, especially from the late twelfth century. Irene Ducaena, wife of Alexius I Comnenus, was twelve at her marriage, and empress before she was fifteen; the Byzantine princess Theodora, Manuel’s niece, was in her thirteenth year when she married Baldwin III of Jerusalem; and Margaret-Maria of Hungary married Isaac II Angelus at the age of nine. Agnes’s age, then, was not unusual, especially as it was customary for young engaged couples in Constantinople to be brought up together in the house of the socially superior partner.[[4]]

sumber : http://www.roman-emperors.org/

Di luar konteks agama … jika kita menengok sejarah … maka tercatat bahwa di Amerika saja … sebelum tahun 1889 … anak yang baru berusia 10 tahun … secara hukum sudah diperbolehkan menikah secara sah (termasuk melakukan aktifitas seksual) … Baru pada 1889 (belum sampai satu setengah abad yang lalu … bandingkan dengan konteks waktu di zaman Rasulullah SAW yang sudah lebih dari 14 abad berlalu … :D) batas usia minimum menikah adalah 14 tahun … dan itu pun baru terbatas di California saja … Kemudian batas usia minimal untuk dapat melakukan pernikahan dinaikkan lagi menjadi 16 tahun pada 1897 … dan dinaikkan lagi menjadi 18 tahun pada 1913 … Ini kutipannya … :

The Crazy-Quilt of Our Age of Consent Laws
Few people seem to be aware of the crazy-quilt of our laws regarding the age of consent for sexual activity. Even fewer people seem to know anything about the historical background of the consent laws.

The common law, from which America gets much of its precedents in the legal field, set the age of consent at age ten. In other words, participating in sexual activity with someone above the age of ten did not result in the crime of “statutory” rape or child molesting. The activity may have come under other statutory or informal social regulations, but anyone over the age of ten could consent to a sexual activity.

During the latter part of the last century and the early part of the present one, attitudes towards sexual activity began to change in America and so did attitudes toward the age of consent. California was one of the first states to raise the age of consent. It raised it from ten to fourteen in 1889 and then from fourteen to sixteen in 1897. Then, in 1913, California again raised it from sixteen to eighteen.

sumber : http://www.ageofconsent.com/

Jadi … seandainya pun usia Aisyah RA ketika dinikahi oleh Rasulullah SAW adalah benar seperti yang diriwayatkan dalam hadist-hadist tersebut di atas … maka hal itu sebenarnya tidak perlu dipermasalahkan … Pernikahan antara Rasulullah SAW dengan Aisyah RA adalah wajar menurut konteks waktu/ zamannya dan yang terpenting … tidak melanggar larangan dalam ajaran agama … Pernikahan seperti itu bahkan juga telah dikenal dalam riwayat agama-agama samawi lainnya (Yahudi dan Nasrani) dan masih tetap dilakukan jauh setelah era Nabi Muhammad SAW …

Pandangan negatif terhadap pernikahan Rasulullah SAW dengan Aisyah RA yang sering terjadi dan kadang mengguncang iman umat Islam sendiri … sebenarnya terjadi hanya karena mereka menilai pernikahan tersebut (yang terjadi dalam konteks waktu atau zaman yang sama sekali berbeda) dengan menggunakan standar nilai-nilai dan norma-norma yang berlaku di zaman sekarang ini … Ini tentu tidak fair … Jika keadaannya dibalik … misalnya kita hidup di masa lalu … namun berpegang pada nilai-nilai dan norma-norma yang berlaku seperti di zaman sekarang ini … maka bisa jadi kita yang dianggap aneh … Karena itu … penilaian yang berdasarkan nilai-nilai budaya (tertentu) akan selalu bersifat relatif …

Berbeda dengan penilaian yang berdasarkan nilai-nilai budaya (tertentu) akan selalu bersifat relatif … maka jika mengaku beriman kepada ketentuan Allah SWT … kita akan menempatkan hukum Allah SWT di tempat tertinggi yang bersifat absolut dan tidak akan dipertanyakan atau dipermasalahkan hanya karena standar nilai-nilai dan norma-norma budaya yang berlaku berbeda dengan hukum Allah tersebut … Jadi … jika pada hukum absolut itu sama sekali tidak mencela pernikahan Nabi Muhammad SAW dengan Aisyah RA … patutkah orang yang mengaku beriman malah mempermasalahkan dan bahkan meragukan kemuliaan Nabi kita Rasulullah SAW … ??? … Jangan sampai kita yang mengaku beriman … tapi malah ikut-ikutan menjadi orang yang mencela ketentuan Allah SWT … seperti yang sering terjadi sekarang … di mana misalnya banyak orang yang lebih memaklumi zina tapi malah sangat anti dengan poligami … Terbolak khan … ??? …πŸ˜€

34 comments

  1. nice posting..


  2. Assalamu’alaikum wr.wb
    lebih lengkap profile nabi Muhammad SAW

    http://www.profilemuhammad.com

    terimakasih

    wassalam


  3. @ Susan
    Thanks …πŸ˜€

    @Muhammad
    Wa’alaikumsalam wr.wb
    Thanks atas infonya …πŸ˜€


  4. wah blognya keren ya, berkunjung ke blog sekeren ini bisa membuat barajakom
    ikutan keren, aku numpang keren ya sob, makasi..


  5. Thanks … tapi menurut saya blog anda jauh lebih keren dari blog saya ini … Pagerank-nya udah bisa dijadikan sebagai indikatornya kok … Salam …πŸ˜€


  6. keren bro, pr nya tinggi… salam dari pernikahan adat Indonesia.


  7. Thanks … tapi kayaknya pr (pagerank kan … ???)nya masih nol deh … Salam juga yah …πŸ˜€ … Blog anda bagus tuh … bisa fokus pada satu topik (pernikahan adat) aja …


  8. I’m often searching for brand-new posts in the net about this matter. Thx.


  9. The site is definitely full of great information and facts and also is really exciting to digest.

    Properly done!


  10. thank you very much for your visit and comment …πŸ˜€


  11. Kita tidak usah menafsirkan/menilai pedofile itu salah waktu itu, tapi akan aneh kalau dilakukan pada jaman sekarang. Atau malah bisa dihukum. Jejak langkah manusia dari abad ke abad akan lebih maju dan lebih nyaman karena ditunjang oleh ilmu pengetahuan dan tehnologie. Selama kita hidup ini akan menjumpai atau membaca sejarah2 . Malah setelah belajar/membaca akan meyakinin kebenarannya. Seperti orang Yahudi meyakinin kebenaran Taurat, juga kristiani meyakini kebenaran Yesus, Begitu juga kita meyakinin kebenaran Islam. Membaca,menerima, meyakinin itu ada dalam element kecerdasan kita sebagai manusia .Andaikan Nabi kita Muhamad hidup pada jaman sekarang ,beliau akan respect dan mengagumi kepada orang yang menemukan tehnologie, yang bisa menerangi jagat ini, yang bisa merubah kehidupan yang nyaman dlsb. Padahal mereka 2 itu atheis . Kalau kita mendambakan kehidupan jaman dahulu lagi adalah ilusie. Sebab kita akan melawan proses kehidupan.Sekaligus kita akan ditinggalkan oleh kehidupan manusia di bumi ini.Jadi kalau kita membaca sejarah pedofile itu, sudah ada sejak lahirnya manusia. Kalau kita hidup pada jaman itu mungkin kita juga akan melakukannya.Hanya sayangnya itu tidak akan diterima oleh norma2 kehidupan jaman sekarng.


  12. Pertama yang ingin saya luruskan adalah bahwa di sini saya tidak membicarakan mengenai pedofilia … tapi mengenai tidak adanya aturan agama yang mengatur batasan usia minimal seseorang untuk menikah atau dinikahkan … jika kitab suci yang dijadikan sebagai rujukan … Karena itu saya katakan bahwa … pernikahan seperti yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW itu sama sekali tidak melanggar ajaran agama (termasuk jika yang menjadi tolok ukurnya adalah ajaran agama samawi yang non Islam)

    Dan memang anda benar bahwa pernikahan seperti itu akan sulit diterima jika yang digunakan sebagai tolok ukur adalah standar norma-norma yang diterima sebagian besar orang di zaman sekarang … Namun itu tidak mengubah kenyataan bahwa (jika kitab suci yang dijadikan sebagai pedoman) … maka jelas Tuhan tidak mengharamkan pernikahan seperti tersebut di atas … Dan jika kita mengaku beriman … maka sudah sewajarnya menempatkan hukum Tuhan itu sebagai hukum yang absolut dan tetap (kecuali Tuhan sendiri yang merubahnya) … beda dengan hukum manusia yang memang selalu relatif sifatnya … dan juga selalu berubah menurut zamannya … iya kan … ??? …

    Karena itu … rasanya kurang pantas jika seseorang mengaku beriman … tapi malah menghujat sesuatu yang tidak diharamkan Tuhan … Apalagi sebagai seorang muslim … kita percaya bahwa pernikahan Nabi Muhammad SAW dengan Aisyah RA dilandasi wahyu Allah SWT melalui mimpi yang diterima Rasulullah … tentu kurang ajar namanya jika kita juga ikut-ikutan mencela pernikahan tersebut hanya karena kurang dapat diterima menurut norma-norma yang kita terima sekarang … ??? …πŸ˜€

    Kedua … mungkin anda menganggap bahwa pernikahan Nabi Muhammad SAW dengan Aisyah RA sebagai bentuk pedofilia … Saya rasa kita berbeda dalam mendefinisikan pedofilia … Berikut yang saya jadikan rujukan definisi pedofilia … :

    “Pedophilia is a preference for sexual activity with prepubertal children. Pedophilia often leads to imprisonment; medical management should include drugs and psychotherapy.”

    Pedofilia sendiri merupakan salah satu jenis mental disorder yang disebut parafilia …

    Paraphilias are recurrent, intense, sexually arousing fantasies, urges, or behaviors that are distressing or disabling and that involve inanimate objects, children or other nonconsenting adults, or suffering or humiliation of oneself or the partner.

    Jadi … pedofilia itu adalah penyakit mental atau penyakit jiwa yang kira-kira sejenis dengan fetishism, exhibitionism, sexual masochism, sexual sadism … atau mungkin juga yang cenderung suka melakukan hubungan sex dengan hewan …

    Sumber : http://www.merck.com/mmpe/sec15/ch203/ch203c.html

    Seperti yang diketahui bersama … hanya Aisyah RA saja yang ketika dinikahi Nabi Muhammad SAW masih belia (yang dianggap oleh kita yang hidup di zaman sekarang masih di bawah umur) … Itupun tidak langsung bercampur … dan baru setelah 2-3 tahun setelah itu hidup bersama … Karena itu jelas bahwa tidak mungkin Nabi Muhammad SAW adalah seorang pedofilia … Dan saya juga percaya bahwa St, Joseph (yang diyakini umat Kristen sebagai suami Maria ibunda Yesus) … dan juga Isaac anak Abraham bukanlah seorang pedofilia … Berikut sekedar bahan rujukan mengenai profil penderita pedofilia … :
    http://crime.about.com/od/sex/p/pedophile.htm


  13. Good evening

    Definitely gonna recommend this post to a few friends


  14. Wow all I can say is that you are a great writer! Where can I contact you if I want to hire you?


  15. @Motorcycle Fairing & certencarry
    Thank you very much …πŸ˜€


  16. i like the way u wrote. tegas,tanpa melukai.
    may i share this on my blog please?


  17. […] Dapet satu mutiara cantik, ttg pernikahan muhammad di https://ganryukg.wordpress.com/2009/09/10/mengenai-pernikahan-nabi-muhammad-saw-dengan-aisyah-ra/ […]


  18. @pearldrum
    Tentu saja boleh … terima kasih banyak atas apresiasinya …πŸ˜€


  19. Fantastic site. Plenty of useful information here. I’m sending it to several friends ans also sharing in delicious. And obviously, thanks for your sweat!


  20. Thanks for your appreciation …πŸ˜€


  21. I really like your writing style, excellent info, regards for putting upπŸ˜€. “In every affair consider what precedes and what follows, and then undertake it.” by Epictetus.


  22. I’m not sure where you are getting your information, but good topic. I needs to spend some time learning much more or understanding more. Thanks for magnificent information I was looking for this information for my mission. anyway, check out my site for more information http://www.sumberinformasi.org


  23. … awesome things here. I’m very satisfied to peer your article. Thanks a lot and i am looking ahead to touch you. Will you kindly drop me a mail?


  24. Sorry I delete a word of your comment … And thanks for your appreciation β€¦πŸ˜€


  25. Wow! This could be one particular of the most useful blogs We have ever arrive across on this subject. Actually Excellent. I’m also an expert in this topic so I can understand your hard work.


  26. Thanks for your appreciation β€¦πŸ˜€


  27. I believe you have remarked some very interesting details , regards for the post.


  28. Thanks …πŸ˜€


  29. I am often to blogging and i really appreciate your content. The article has really peaks my interest. I am going to bookmark your site and keep checking for new information.


  30. I like this site very much so much superb info.


  31. I like what you guys are up too. This kind of clever work and coverage! Keep up the wonderful works guys I’ve you guys to my personal blogroll.


  32. Some truly good blog posts on this internet site , appreciate it for contribution.


  33. I do not drop many comments, but after reading a great deal of responses here Mengenai Pernikahan Nabi Muhammad SAW dengan Aisyah RA … Ganryukg’s Blog. I actually do have 2 questions for you if it’s okay. Is it just me or does it look like some of these remarks come across like they are written by brain dead individuals?πŸ˜› And, if you are posting at additional places, I’d like to follow anything fresh you have to post. Could you list of all of all your shared sites like your twitter feed, Facebook page or linkedin profile?


  34. :This is my main blog … So, if you would like to follow anything i have posted … this is the place …πŸ˜€



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: