h1

Perkembangan Modal Industri Asuransi Jiwa

March 19, 2017

Salah satu indikator untuk melihat kinerja perusahaan asuransi jiwa adalah perkembangan modalnya. Besarnya modal dapat menjadi tolak ukur bagi sebuah perusahaan asuransi, apakah perusahaan tersebut termasuk perusahaan yang kokoh atau tidak.

Untuk menghadapi persaingan yang semakin kompetitif saat ini, maka perusahaan asuransi dituntut memiliki modal yang kuat dan besar agar dapat bersaing dengan perusahaan asuransi lainnya. Hal ini erat kaitannya dengan penyerapan risiko. Semakin besar modal yang dimiliki oleh sebuah perusahaan, maka semakin besar pula risiko yang dapat diserap perusahaan tersebut.

Saat ini, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberi batas minimum modal perusahaan asuransi sebesar Rp. 100 miliar. Dan hampir semua perusahaan asuransi jiwa yang terdaftar sudah mampu memenuhinya. Dari 47 perusahaan asuransi jiwa yang data laporan keuangannya berhasil kami peroleh, hanya 2 perusahaan saja yang tidak mampu memenuhinya. Perusahaan yang dimaksud adalah PT. Heksa Eka Life Insurance dengan jumlah modal (per Desember 2015) sebesar Rp. 91,1 miliar dan AJB Bumiputera 1912 yang sejak tahun 2013 memiliki jumlah modal yang negatif. Lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut,

Jika gambar kurang jelas, klik di sini

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: