h1

Aset Asuransi Jiwa Menurut Perusahaan

March 21, 2017

Secara umum,  jumlah aset yang akan dimiliki perusahaan asuransi jiwa dipengaruhi oleh tingkat keberhasilannya dalam mengumpulkan premi. Semakin besar premi yang berhasil dikumpulkan dari nasabah, biasanya semakin besar pula jumlah aset yang dimiliki perusahaan asuransi, terutama yang dikelola dalam bentuk investasi. Read the rest of this entry »

h1

Klaim Rasio Perusahaan-perusahaan Asuransi Jiwa di Indonesia

March 20, 2017

Salah satu indikator dalam mengukur tingkat kesehatan perusahaan asuransi adalah klaim rasio. Klaim rasio sendiri merupakan perbandingan antara jumlah klaim bruto dengan premi bruto pada perusahaan asuransi. Apabila angka rasionya di bawah atau sama dengan 100%, maka jumlah klaim yang harus dibayarkan oleh perusahaaan asuransi dalam satu tahun adalah lebih kecil atau sama dengan jumlah premi bruto yang berhasil dikumpulkan dalam periode yang sama. Read the rest of this entry »

h1

Jumlah Klaim yang Dibayarkan oleh Perusahaan-perusahaan Asuransi Jiwa di Indonesia

March 20, 2017

Pada tahun 2015, total jumlah klaim yang dibayarkan oleh 47 (dari 50) perusahaan asuransi jiwa yang neraca publikasinya berhasil didapatkan adalah sekitar Rp. 76,14 triliun. Jika diandingkan jumlah klaim yang dibayarkan di tahun sebelumnya (2014) sebesar Rp. 110,76 triliun, maka terjadi penurunan (pertumbuhan negatif) sebesar 31,3%. Dan jika dirata-rata, maka pertumbuhan klaim dalam periode tahun 2011 – 2015 hanya sekitar 2,5%. Read the rest of this entry »

h1

RBC Perusahaan-perusahaan Asuransi Jiwa di Indonesia

March 19, 2017

Berdasarkan SK Menteri Keuangan No.481/KMK.071/1999 mengenai tingkat solvensi berdasarkan perhitungan Risk Based Capital (RBC), maka setiap perusahaan asuransi atau reasuransi di Indonesia wajib memenuhi RBC minimal 120%. RBC adalah rasio yang menggambarkan tingkat solvensi perusahaan asuransi, apakah perusahaan tersebut mampu menanggung risiko klaim atau tidak. Read the rest of this entry »

h1

Perkembangan Modal Industri Asuransi Jiwa

March 19, 2017

Salah satu indikator untuk melihat kinerja perusahaan asuransi jiwa adalah perkembangan modalnya. Besarnya modal dapat menjadi tolak ukur bagi sebuah perusahaan asuransi, apakah perusahaan tersebut termasuk perusahaan yang kokoh atau tidak.

Untuk menghadapi persaingan yang semakin kompetitif saat ini, maka perusahaan asuransi dituntut memiliki modal yang kuat dan besar agar dapat bersaing dengan perusahaan asuransi lainnya. Hal ini erat kaitannya dengan penyerapan risiko. Semakin besar modal yang dimiliki oleh sebuah perusahaan, maka semakin besar pula risiko yang dapat diserap perusahaan tersebut. Read the rest of this entry »

h1

Laba Asuransi Jiwa Menurut Perusahaan

March 19, 2017

Secara keseluruhan, laba (setelah pajak) industri asuransi jiwa di Indonesia meningkat sekitar 2,7% dari Rp. 12,68 triliun di tahun 2014 menjadi Rp 13 triliun lebih di tahun 2015. PT Prudential Life Assurance tetap menjadi perusahaan asuransi dengan perolehan laba terbesar melampaui angka Rp. 5,4 triliun, atau share sekitar 41,8% dari total laba industri asuransi jiwa di tahun 2015. Read the rest of this entry »

h1

Premi Asuransi Jiwa Menurut Perusahaan

March 19, 2017

Salah satu indikator kinerja dari industri asuransi adalah jumlah pendapatan premi. Pendapatan premi dapat menggambarkan kemampuan perusahaan mengumpulkan dana (premi)dan meraih kepercayaan nasabah terhadap perusahaan asuransi. Read the rest of this entry »